Pedro Acosta menutup akhir pekan MotoGP Misano yang berat dengan podium, setelah meminta perubahan radikal pada KTM RC16-nya. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu mengaku tidak nyaman saat pengereman pada Jumat dan Sabtu, sesuatu yang belum pernah ia rasakan selama tiga tahun bersama KTM.
Kekecewaan pada sesi kualifikasi dan sprint membuat Acosta geram. Ia pun menuntut kru teknisnya untuk mengubah setelan motor secara menyeluruh. “Mereka benar-benar mengubah motor sepenuhnya,” ujar Acosta. “Sangat tidak biasa saya merasa tidak nyaman saat pengereman di KTM. Itu tidak pernah terjadi selama tiga tahun. Sabtu malam saya bilang pasti ada yang salah dan mereka harus mencari semua solusi, karena kami tahu kecepatannya ada.”
Perubahan itu mulai terasa pada Warm Up Minggu pagi. Acosta merasakan langkah maju yang signifikan. “Kadang kita perlu menekan teknisi sedikit. Di Warm Up kami sudah merasakan peningkatan. Dan pada hari Minggu saya bangun dengan semangat berbeda. Saya bangun untuk balapan,” tambahnya.

Dalam balapan 27 lap, Acosta tampil impresif. Ia mampu mengatur ritme dan membangun performa sepanjang race. “Ini salah satu balapan terbaik saya dalam hal berkendara. Tempo tidak sama setiap lap, tapi ada saatnya saya harus mendorong dan ada saatnya saya harus lebih santai,” jelasnya.
Kemampuan mengatur tempo ini, menurut Acosta, jarang ia kembangkan di Moto2. “Di Moto2 kamu tidak belajar itu, karena di sana kamu harus ngebut dari start hingga finis. Saya lebih menikmati balapan di sini daripada di Aragon dan melakukan beberapa manuver menyalip yang bagus.”
Meski demikian, Acosta tetap menyayangkan posisi startnya. Ia yakin bisa lebih dekat dengan Alex Marquez jika start dari posisi lebih depan. “Sayang saya tidak bisa start lebih depan. Mungkin saya bisa lebih dekat dengan Alex. Tapi kami bisa membuat jarak yang cukup jauh dengan pembalap KTM lainnya,” ujarnya.
Penampilan Acosta mengundang pujian, termasuk dari Pol Espargaro yang membandingkannya dengan Marc Marquez. Menanggapi hal itu, Acosta tetap rendah hati. “Saya harap begitu. Saya memberikan segalanya setiap hari. Suatu hari saya naik podium, seperti di Aragon, hari lain mungkin finis keenam. Yang penting adalah terus mengumpulkan poin. Poin-poin itu bisa sangat berharga di akhir tahun,” tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!