MotoGP, Sportrik Media - Francesco Bagnaia menjelaskan faktor utama di balik hasil finis kedua pada Sprint MotoGP Jerez 2026, yang dipengaruhi perubahan kondisi cuaca serta kendala teknis pada motor Ducati Lenovo Team.
Pembalap Italia tersebut sempat terjebak di posisi ke-16 pada fase awal balapan, sebelum hujan mulai turun di pertengahan lomba. Dalam kondisi tersebut, Bagnaia menjadi salah satu pembalap pertama yang mengambil keputusan strategis dengan masuk pit untuk mengganti motor ke spesifikasi basah, mengikuti langkah Brad Binder.
Keputusan tersebut mengubah jalannya balapan secara signifikan. Bagnaia bahkan sempat memimpin lomba dengan tiga lap tersisa sebelum akhirnya disalip oleh rekan setimnya, Marc Marquez, yang tampil lebih kompetitif dalam kondisi basah.

Meski berhasil finis kedua, Bagnaia mengakui bahwa performanya belum optimal, terutama karena kehilangan grip roda belakang baik di kondisi kering maupun basah.
“Saya senang dengan hasilnya, tetapi tidak dengan performanya. Namun selama balapan saya memahami sesuatu yang bisa membantu ke depan,” ujar Bagnaia.
Ia juga menyoroti dampak kecelakaan pada sesi latihan Jumat, yang membuatnya kehilangan waktu penting untuk memahami pembaruan pada motor Ducati.
“Modifikasi yang kami gunakan saat saya terjatuh kemarin sebenarnya bisa membantu, tetapi kami tidak sempat mengumpulkan data. Motor berubah cukup banyak, sehingga kami perlu langkah besar dalam pengaturan,” jelasnya.
Menurut Bagnaia, masalah utama terletak pada grip belakang yang tidak konsisten, yang membatasi kemampuannya untuk menyerang dan menyalip di awal balapan.
“Masalah terbesar adalah grip belakang. Saya kehilangan banyak grip, bahkan di kondisi kering. Di awal balapan saya kesulitan, terjebak di belakang pembalap lain tanpa kecepatan untuk menyalip,” katanya.
Saat hujan mulai turun, Bagnaia langsung mempertimbangkan pergantian motor, meskipun ia mengakui keputusan tersebut sedikit terlambat.
“Begitu melihat hujan, saya langsung berpikir untuk mengganti motor. Mungkin saya terlambat satu lap, tetapi itu bagian dari balapan,” tambahnya.
Dalam kondisi basah, ia mencoba mengikuti ritme Marc Marquez, namun akhirnya memilih mengurangi risiko setelah hampir mengalami highside.
“Saya mencoba mengikuti Marc yang sangat cepat di kondisi basah, tetapi setelah satu setengah lap saya hampir mengalami highside, jadi saya memutuskan untuk tidak memaksakan,” jelasnya.
Menjelang balapan utama, Bagnaia menekankan pentingnya sesi pemanasan singkat, terutama karena kondisi lintasan diperkirakan kembali kering.
“Jika kami bisa menemukan pengaturan yang tepat, saya yakin kami akan kompetitif,” tutupnya, tanpa mengungkap detail spesifik dari modifikasi yang digunakan pada motornya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!