Pascal Wehrlein merebut pole position untuk balapan pembuka Shanghai E-Prix 2026 setelah mengalahkan pemimpin klasemen Mitch Evans dalam duel final. Pembalap Porsche itu tampil sebagai pembalap tercepat sepanjang kualifikasi di Shanghai International Circuit.
Wehrlein mencatat waktu 1 menit 09,260 detik pada final dan mengungguli Evans dengan selisih 0,203 detik. Tambahan tiga poin dari pole menjadi sangat penting karena memangkas defisitnya terhadap Evans menjadi 24 poin dalam persaingan gelar Formula E musim 2026.
Duel final sempat berlangsung sangat ketat hingga sektor terakhir. Wehrlein hanya unggul 0,013 detik saat memasuki tikungan terakhir, sebelum Evans mengalami kesulitan memutar mobil dan kehilangan waktu yang membuat pembalap Porsche tersebut mengamankan pole dengan margin dua persepuluh detik.

Perjalanan Wehrlein menuju final memperlihatkan konsistensi yang kuat. Ia lebih dulu mengalahkan Dan Ticktum pada perempat final, kemudian menyingkirkan Maximilian Gunther dari DS Penske pada semifinal untuk memastikan tempat dalam perebutan pole.
Evans juga menampilkan kualifikasi solid sebelum final. Pembalap Formula E asal Selandia Baru itu mengalahkan Jean-Eric Vergne pada perempat final, lalu menyingkirkan Jake Dennis pada semifinal untuk membuka duel langsung melawan Wehrlein.
Dennis tetap melanjutkan performa kuat setelah kemenangan di Sanya dengan lolos di posisi ketiga untuk Andretti. Gunther melengkapi empat besar, sementara dua duel perempat final lainnya melihat Dennis mengungguli Sebastien Buemi dan Gunther mengalahkan Antonio Felix da Costa.
Sesi grup menghadirkan kejutan besar untuk kandidat gelar. Oliver Rowland dan Edoardo Mortara, dua rival terdekat Evans di klasemen, sama-sama tersingkir lebih awal dan harus memulai balapan dari bagian belakang grid.
Kualifikasi berlangsung kering meski jadwal akhir pekan dimajukan tiga jam karena prakiraan cuaca buruk pada Sabtu dan Minggu. Kondisi itu memaksa seluruh tim dan pembalap beradaptasi dengan waktu sesi yang lebih awal, tetapi tidak mengurangi intensitas persaingan di lintasan.
Hasil ini memberi Wehrlein momentum penting dalam perebutan gelar, terutama karena ia berhasil mengurangi jarak poin langsung dari Evans sebelum balapan pertama double-header Shanghai. Namun, Evans tetap berada di baris depan dan memiliki posisi kuat untuk membatasi kerugian, sehingga manajemen energi, strategi attack mode, dan eksekusi start akan menjadi faktor utama dalam balapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!