Formula E, Sportrik Media - Pascal Wehrlein mengungkapkan bahwa dirinya sempat memperkirakan tidak akan mampu menyelesaikan balapan Formula E Madrid 2026 setelah insiden dengan Nyck de Vries di lap awal.
Insiden terjadi pada lap kedua di Tikungan 10, ketika De Vries menabrak bagian belakang mobil Wehrlein saat pembalap Porsche tersebut sedang berada di posisi kedua. Benturan tersebut merusak sayap depan mobil De Vries dan membuatnya menerima penalti waktu lima detik, sekaligus mengakhiri peluangnya untuk meraih poin besar.
Sementara itu, Wehrlein mengalami kerusakan signifikan pada bagian belakang mobilnya, termasuk kerusakan aerodinamika dan sayatan pada ban belakang. Meskipun demikian, ia berhasil menghindari kebocoran ban yang berpotensi mengakhiri balapannya lebih awal.

“Sejujurnya, dengan benturan yang saya terima, saya tidak menyangka bisa melanjutkan balapan,” ujar Wehrlein kepada RacingNews365.
Ia menjelaskan bahwa setelah beberapa tikungan pertama pasca insiden, dirinya menyadari bahwa keseimbangan mobil dan performa secara keseluruhan sangat terpengaruh. Kondisi tersebut membuatnya harus mengubah pendekatan balapan, dengan fokus pada bertahan dan mengelola degradasi ban belakang.
“Setelah beberapa tikungan, saya tidak menyangka masih memiliki keseimbangan dan kecepatan dengan kerusakan yang ada. Saya tahu sejak saat itu balapan akan sangat sulit,” tambahnya.
Kerusakan pada sayap belakang menyebabkan Wehrlein mengalami kehilangan grip yang signifikan, terutama di fase akhir balapan. Ia kesulitan mengikuti ritme pembalap di depan dan sempat menerima bahwa posisi keempat menjadi hasil maksimal yang realistis.
Namun, situasi berubah pada lap terakhir ketika Dan Ticktum melakukan manuver di chicane terakhir yang membuka celah. Wehrlein memanfaatkan momen tersebut untuk menyalip di jalur menuju garis finis dan mengamankan posisi ketiga.
Hasil tersebut tidak hanya memberinya podium, tetapi juga memperlebar keunggulannya di klasemen kejuaraan menjadi 11 poin. Mengingat kondisi mobil yang rusak sepanjang balapan, Wehrlein menyebut hasil ini sebagai salah satu podium paling berkesan dalam kariernya.
“Saya tahu saya tidak lagi dalam perebutan kemenangan, tetapi saya mencoba tetap dekat karena mungkin ada peluang. Dan itu terjadi di chicane terakhir,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi energi yang menurun di lap-lap akhir semakin memperumit situasi, namun strategi bertahan dan konsistensi akhirnya membuahkan hasil.
“Ini salah satu podium paling membahagiakan dalam karier saya, karena dengan benturan yang saya alami, saya pikir kami tidak akan meraih poin sama sekali,” tutup Wehrlein.
Dengan hasil ini, Wehrlein memperkuat posisinya dalam perebutan gelar Formula E musim 2026. Balapan Madrid menjadi contoh bagaimana faktor insiden, manajemen energi, dan peluang tak terduga dapat menentukan hasil akhir dalam kejuaraan listrik tersebut, menjelang putaran berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!