SPONSORED

Pascal Wehrlein Kritik Keras Kualifikasi Formula E Berlin

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
Pascal Wehrlein Kritik Keras Kualifikasi Formula E Berlin TO NEWS OVERVIEW
© Getty Images 2026

Pascal Wehrlein melontarkan kritik keras terhadap format balapan Formula E Berlin 2026 setelah sesi kualifikasi putaran kedua di Tempelhof memicu kontroversi besar di paddock.

Pembalap Porsche tersebut berhasil meraih pole position pada balapan kedua Berlin E-Prix dan mengamankan tambahan tiga poin penting yang kini menjadi margin keunggulannya di klasemen sementara Formula E.

Namun di balik hasil tersebut, Wehrlein justru mengaku pole position itu menjadi salah satu momen paling tidak memuaskan sepanjang karier motorsport-nya.

Pascal Wehrlein Slams Formula E Berlin Qualifying Chaos
Read AlsoPascal Wehrlein Slams Formula E Berlin Qualifying Chaos

Kontroversi muncul setelah sejumlah pembalap dan tim secara sengaja memilih tidak tampil maksimal pada sesi kualifikasi demi menyimpan satu set ban baru untuk balapan utama.

ADVERTISEMENT

Strategi tersebut dianggap jauh lebih menguntungkan mengingat karakter balapan Formula E di Tempelhof sangat bergantung pada manajemen energi dan degradasi ban.

Pemenang balapan Mitch Evans bahkan berhasil naik dari posisi ke-17 hingga meraih kemenangan, sementara Oliver Rowland juga mengakui sengaja tidak mengejar posisi depan saat kualifikasi.

Menurut Wehrlein, situasi di Berlin sudah terlalu ekstrem karena sesi kualifikasi praktis kehilangan arti kompetitifnya.

ADVERTISEMENT

“Pada hari Minggu target energinya sangat rendah sehingga tidak ada yang benar-benar peduli dengan kualifikasi,” ujar Wehrlein kepada RacingNews365 di Monaco.

Pembalap Jerman tersebut bahkan menyebut pole position Berlin sebagai pole paling tidak membahagiakan sepanjang kariernya.

“Itu adalah pole position paling tidak membahagiakan dalam karier saya karena selain tiga poin, hasil itu tidak berarti apa-apa. Cepat dalam satu lap sama sekali tidak berarti untuk balapan,” jelas Wehrlein.

ADVERTISEMENT

Juara dunia Formula E musim lalu tersebut juga menilai Formula E sudah melangkah terlalu jauh dalam menciptakan balapan berbasis strategi energi ekstrem.

“Mungkin itu balapan paling ekstrem musim ini dan menurut saya sudah sedikit melewati batas,” tambah Wehrlein.

Kontroversi Berlin kini memunculkan kembali perdebatan mengenai keseimbangan antara strategi energi dan pentingnya performa murni dalam format balap Formula E modern.

ADVERTISEMENT

Pascal Wehrlein melontarkan kritik keras terhadap format balapan Formula E Berlin 2026 setelah sesi kualifikasi putaran kedua di Tempelhof memicu kontroversi besar di paddock.

Pembalap Porsche tersebut berhasil meraih pole position pada balapan kedua Berlin E-Prix dan mengamankan tambahan tiga poin penting yang kini menjadi margin keunggulannya di klasemen sementara Formula E.

Namun di balik hasil tersebut, Wehrlein justru mengaku pole position itu menjadi salah satu momen paling tidak memuaskan sepanjang karier motorsport-nya.

Pascal Wehrlein Slams Formula E Berlin Qualifying Chaos
Read AlsoPascal Wehrlein Slams Formula E Berlin Qualifying Chaos

Kontroversi muncul setelah sejumlah pembalap dan tim secara sengaja memilih tidak tampil maksimal pada sesi kualifikasi demi menyimpan satu set ban baru untuk balapan utama.

ADVERTISEMENT

Strategi tersebut dianggap jauh lebih menguntungkan mengingat karakter balapan Formula E di Tempelhof sangat bergantung pada manajemen energi dan degradasi ban.

Pemenang balapan Mitch Evans bahkan berhasil naik dari posisi ke-17 hingga meraih kemenangan, sementara Oliver Rowland juga mengakui sengaja tidak mengejar posisi depan saat kualifikasi.

Menurut Wehrlein, situasi di Berlin sudah terlalu ekstrem karena sesi kualifikasi praktis kehilangan arti kompetitifnya.

ADVERTISEMENT

“Pada hari Minggu target energinya sangat rendah sehingga tidak ada yang benar-benar peduli dengan kualifikasi,” ujar Wehrlein kepada RacingNews365 di Monaco.

Pembalap Jerman tersebut bahkan menyebut pole position Berlin sebagai pole paling tidak membahagiakan sepanjang kariernya.

“Itu adalah pole position paling tidak membahagiakan dalam karier saya karena selain tiga poin, hasil itu tidak berarti apa-apa. Cepat dalam satu lap sama sekali tidak berarti untuk balapan,” jelas Wehrlein.

ADVERTISEMENT

Juara dunia Formula E musim lalu tersebut juga menilai Formula E sudah melangkah terlalu jauh dalam menciptakan balapan berbasis strategi energi ekstrem.

“Mungkin itu balapan paling ekstrem musim ini dan menurut saya sudah sedikit melewati batas,” tambah Wehrlein.

Kontroversi Berlin kini memunculkan kembali perdebatan mengenai keseimbangan antara strategi energi dan pentingnya performa murni dalam format balap Formula E modern.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU