Hayden Paddon tak pernah menyangka bahwa trofi juara Australian Rally Championship yang ia angkat tahun lalu menyimpan cerita yang jauh lebih dalam daripada sekadar kemenangan seorang pembalap Selandia Baru atas tetangganya. Trofi itu bernama Possum Bourne Trophy, penghormatan untuk legenda rally Selandia Baru yang meninggal pada 2003. Kini, Paddon mengambil peran baru: membimbing putra Bourne, Spencer, untuk mengikuti jejak sang ayah di dunia rally.
Bagi Paddon, nama Bourne bukan sekadar sejarah. Ia mengingat jelas saat mendapatkan tanda tangan pertama dari Possum, dan saat namanya terukir di trofi yang sama dengan idola masa kecilnya. “Melihat nama saya di samping namanya, itu luar biasa, dan sedikit sureal,” ujarnya kepada DirtFish. Bourne sendiri telah menjadi inspirasi besar bagi Paddon, yang kemudian melanjutkan tradisi pembalap Selandia Baru di panggung internasional.
Kerja sama ini bukan proyek instan. Paddon telah menyiapkan Subaru Impreza WRX dengan livery identik seperti yang dikendarai Possum. Mobil itu akan digunakan Spencer Bourne pada ajang Ashley Forest Rallysprint akhir pekan ini, menandai kembalinya nama Bourne ke event tersebut setelah 26 tahun. Terakhir kali, Possum Bourne memenangi Ashley Forest pada tahun 2000. “Ini akan menjadi momen yang luar biasa melihat Spencer berlaga, dengan mobil ikonik dan warna khas Possum,” kata Paddon.

Spencer, yang kini berusia 28 tahun, mengaku tawaran dari Paddon datang tiba-tiba. “Ibu selalu bilang ya pada setiap kesempatan, jadi saya iyakan,” ujarnya. Meski baru pertama kali turun di Ashley Forest, ia telah menyaksikan rekaman ayahnya berlaga di sana. Targetnya sederhana: bersenang-senang dan tidak merusak mobil. Namun, di balik itu, ada misi lebih besar: menghidupkan kembali warisan Possum Bourne.
Paddon tidak berhenti di Ashley Forest. Ia berkomitmen melatih Spencer secara intensif untuk bersiap tampil di Otago Rally tahun depan. “Ini bukan acara satu kali. Kami akan bekerja dengan Spencer selama beberapa bulan ke depan dengan target ia bisa berlaga di Rally Otago,” tegas Paddon. “Kami akan melatihnya agar ia nyaman di dalam mobil dan menikmati balapan.”
Bagi Paddon, ini adalah cara membalas jasa Bourne yang telah membuka jalan bagi pembalap Selandia Baru. Bourne adalah sosok yang mendobrak batas, membawa talenta lokal ke panggung dunia. Paddon sendiri merasakan dampaknya. Kini, ia ingin memastikan bahwa nama Bourne tetap bersinar, dan Spencer mendapat kesempatan yang layak untuk unjuk gigi.
Kisah ini bukan hanya tentang rally, tetapi tentang penghormatan, persahabatan, dan semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika Spencer Bourne menginjak pedal gas di Ashley Forest nanti, ia tidak hanya membawa nama besar ayahnya, tetapi juga harapan baru bagi rally Selandia Baru. Dan Hayden Paddon akan ada di sana, membimbing setiap langkahnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!