Formula 1, Sportrik Media - Oscar Piastri mengungkap kekhawatirannya terhadap kompleksitas manajemen energi pada mobil Formula 1 modern setelah sesi kualifikasi Formula 1 Australian Grand Prix 2026 di Albert Park, Melbourne, di mana ia akan memulai balapan dari posisi kelima bersama McLaren.
Kualifikasi di Melbourne didominasi oleh Mercedes, dengan George Russell meraih pole position di depan rekan setimnya Kimi Antonelli, menciptakan barisan depan seluruhnya milik tim Jerman tersebut. Piastri tertinggal 0,862 detik dari catatan waktu Russell, memperlihatkan jarak performa yang cukup besar meski McLaren menggunakan unit tenaga yang sama dari Mercedes High Performance Powertrains.
Perbedaan performa tersebut menyoroti tantangan manajemen energi yang semakin menentukan dalam paket regulasi Formula 1 saat ini. Sepanjang akhir pekan di Albert Park, para pembalap terlihat harus mengorbankan performa di beberapa sektor, terutama antara Tikungan 6 hingga 9, ketika mobil melakukan fase harvesting energi yang agresif untuk menjaga keseimbangan penggunaan daya sepanjang putaran.

“Saya pikir kemarin memberi gambaran yang terlalu optimistis bagi kami. Saya merasa kami masih berada dalam persaingan, tetapi setelah FP3 kami jelas merasa tidak lagi berada di sana,” kata Piastri kepada media, termasuk RacingNews365.
“Sejauh ini, hal terbesar adalah kecepatan di lintasan lurus, dan itu sesuatu yang perlu kami pahami.”
Piastri menilai perbedaan performa yang muncul di Melbourne menunjukkan bahwa Formula 1 saat ini berada dalam dua kondisi trek yang sangat berbeda terkait kebutuhan energi. Beberapa sirkuit menyediakan peluang harvesting energi yang besar, sementara lainnya seperti Albert Park justru membuat mobil mengalami kekurangan energi sepanjang lap.
“Saya rasa di beberapa sirkuit nanti situasinya akan lebih baik karena peluang harvesting lebih banyak, tetapi ada beberapa masalah mendasar yang tidak mudah diperbaiki,” ujar Piastri.
“Saat ini ada dua kategori trek: yang kekurangan energi dan yang kaya energi. Keduanya punya masalah sendiri.”
Ia juga menjelaskan bahwa dalam satu putaran kualifikasi, pembalap harus melakukan beberapa kompromi performa demi menjaga keseimbangan energi. Dalam kasus McLaren di Melbourne, strategi tersebut bahkan memaksa mobil kehilangan tenaga yang sangat besar pada beberapa bagian lap.
“Kami harus lift and coast tiga kali dalam satu lap, dan ada dua fase super clip. Itu berarti di beberapa tikungan kami secara efektif kehilangan sekitar 450 horsepower, jadi ini tantangan besar untuk dipahami,” jelas Piastri.
Situasi tersebut menunjukkan bagaimana regulasi power unit dan strategi energi semakin menentukan hasil performa mobil di Formula 1 modern. Dengan balapan masih menyisakan variabel strategi dan degradasi ban, McLaren akan berupaya memaksimalkan posisi start kelima Piastri sembari mengevaluasi kesenjangan performa terhadap Mercedes sebelum kejuaraan berlanjut ke seri berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!