Oscar Piastri mengakui McLaren terlihat "bodoh" setelah keputusan strategis untuk memulai Grand Prix Kanada menggunakan ban intermediate berakhir menjadi kesalahan besar. Pilihan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menghancurkan peluang tim asal Woking itu untuk meraih hasil kuat di Montreal.
Menjelang start balapan di Circuit Gilles Villeneuve, hujan ringan membuat kondisi lintasan sulit diprediksi. McLaren memilih mengambil risiko dengan memasang ban intermediate pada kedua mobilnya. Strategi serupa juga dipilih oleh Audi, Cadillac, dan Carlos Sainz dari Williams, sementara mayoritas rival memilih ban slick.
Pada saat keputusan diambil, kondisi lintasan memang masih terlihat cukup basah. Namun cuaca berubah dengan cepat. Hujan berhenti sesaat sebelum putaran formasi dimulai dan lintasan terus mengering, membuat para pembalap yang menggunakan ban slick langsung memperoleh keuntungan besar ketika balapan dimulai.

Piastri menyadari kesalahan strategi tersebut hanya beberapa saat setelah start. Pembalap Australia itu bahkan masuk pit pada akhir putaran pertama untuk mengganti ban intermediate dengan ban medium, sebuah langkah yang langsung menjatuhkannya ke tengah kelompok pembalap.
"Saat itu memang sedang hujan. Antara lagu kebangsaan dan kami masuk ke mobil, lintasan masih cukup basah. Tidak ada genangan air, tetapi jelas terlihat area yang basah dan kering. Sangat sulit mendapatkan traksi penuh menggunakan ban slick saat menuju grid," jelas Piastri.
"Sayangnya hujan berhenti tepat ketika putaran formasi dimulai. Ini salah satu situasi di mana jika hujan turun sedikit lebih lama, kami akan terlihat seperti pahlawan. Karena itu tidak terjadi, kami justru terlihat seperti orang bodoh. Memang seperti itu terkadang dalam balapan," tambahnya.
Masalah McLaren tidak berhenti pada strategi yang gagal. Saat berusaha mengejar posisi yang hilang, Piastri terlibat insiden dengan Alex Albon dari Williams. Pembalap Australia itu mengunci roda depan saat mencoba melakukan manuver di tikungan hairpin dan menabrak mobil Albon.
Insiden tersebut memaksa Albon mengakhiri balapan lebih awal akibat kerusakan yang cukup parah. Sementara itu, Piastri harus kembali masuk pit untuk mengganti sayap depan yang rusak dan kemudian menerima penalti waktu 10 detik karena dianggap menyebabkan tabrakan.
"Balapan terasa sangat sulit. Saya merasa sudah masuk tikungan dengan cukup hati-hati, tetapi roda depan langsung mengunci dan setelah itu semuanya terjadi begitu saja. Itu jelas bukan momen terbaik saya. Saya meminta maaf kepada Alex dan Williams karena kerusakan tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi dan merugikan kedua pihak, terutama mereka," ujar Piastri.
Piastri akhirnya finis di posisi ke-11 dan gagal meraih poin, sementara rekan setimnya, Lando Norris, juga gagal menyelesaikan balapan akibat masalah teknis. Hasil tersebut menjadikan GP Kanada sebagai salah satu akhir pekan terburuk McLaren musim ini dan membuat tim semakin tertinggal dari Mercedes dalam perebutan gelar konstruktor.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!