Pihak MotoGP menegaskan kembali komitmen mereka untuk menggelar balapan di Qatar pada 6-8 November mendatang, meskipun isu keamanan di kawasan Timur Tengah terus menjadi sorotan utama paddock kejuaraan dunia.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima, tim-tim peserta telah mendapatkan kepastian tersebut melalui surat elektronik resmi yang dikirimkan oleh asosiasi tim, IRTA. Komunikasi ini menyusul sikap publik kejuaraan yang memastikan bahwa persiapan untuk GP Qatar sejauh ini masih berjalan sesuai rencana awal.
Sebagai pengingat, seri di Sirkuit Lusail ini awalnya dijadwalkan bergulir pada bulan April lalu, namun harus mengalami penundaan hingga November akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Perubahan tanggal krusial ini turut memaksa penyelenggara untuk menggeser jadwal seri Portugal dan Valencia.

Wakil CEO MotoGP, Carlos Ezpeleta, sempat memberikan tanggapan terkait situasi sensitif ini saat akhir pekan balap di Mandalika. "Kami merencanakan perjalanan ke Qatar, tetapi tentu saja keselamatan dan kesejahteraan seluruh staf serta para penggemar adalah prioritas nomor satu, jadi kami akan terus memantau situasi dari waktu ke waktu," ujarnya.
Kepastian status balapan ini memegang peran krusial mengingat ketatnya persaingan gelar juara dunia musim ini. Hanya ada selisih dua poin tipis yang memisahkan pembalap andalan Jorge Martin dari kubu Aprilia dengan bintang Ducati, di mana seri Qatar akan menjadi seri ketiga dari lima putaran pemungkas yang sangat menentukan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!