Juan Pablo Montoya menilai George Russell terlalu banyak menganalisis saat mengemudi, sementara rekan setimnya di Mercedes, Kimi Antonelli, membiarkan gaya balapnya mengalir alami. Pernyataan ini muncul menjelang Grand Prix Spanyol perdana di sirkuit Madring, Madrid, saat Antonelli memimpin klasemen dengan keunggulan 66 poin atas Russell.
Mercedes baru saja meraih finis 1-2 di Grand Prix Italia pekan lalu. Kimi Antonelli memenangkan balapan di depan publiknya sendiri setelah start dari posisi ke-19, sementara Russell harus puas finis kedua. Kemenangan dramatis Antonelli semakin memperkuat posisinya di puncak klasemen.
Dalam acara F1 TV Weekend Warm-Up, Montoya menyoroti perbedaan pendekatan kedua pembalap. "Dia (Russell) perlu belajar dan memahami mengapa itu bekerja sangat baik untuk Kimi," ujar Montoya. "Ban medium sedikit lebih baik dari yang diharapkan dalam hal kecepatan, terutama saat menua. Sebenarnya, kecepatannya tetap, tidak ada degradasi pada ban tersebut. Saya pikir George terlalu menganalisis segala hal dalam mengemudi. Dia ingin melakukan semuanya dengan benar."

Montoya menambahkan bahwa Antonelli membiarkan semuanya terjadi lebih alami. "Kimi hanya menjalaninya, dan semuanya berjalan baik. Sepertinya apa pun yang dia lakukan berhasil, dan sangat sulit mengalahkan Kimi karena dia tampaknya tidak pernah salah. Kesalahannya justru menjadi benar," kata mantan pembalap asal Kolombia itu.
Russell, yang dikenal perfeksionis, memang sering terjebak dalam analisis mendalam. Montoya menyarankan agar Russell mengubah pendekatannya dalam mengelola ban. "George perlu memahami cara dia mengelola ban, mungkin dia perlu sedikit lebih agresif dan terus mencoba. Dia punya orangnya (Antonelli) di sana. Dia punya informasinya. Dan saya pikir ini pelajaran bagus bagi George untuk meningkatkan levelnya. Kecepatan bukan pertanyaan. Ini tentang bagaimana eksekusinya terjadi," jelasnya.
Dengan keunggulan 66 poin, Antonelli berada di posisi yang sangat kuat. Namun, George Russell masih memiliki banyak balapan untuk membalikkan keadaan. Grand Prix Spanyol di Madring akan menjadi ujian berikutnya bagi kedua pembalap Mercedes untuk menunjukkan siapa yang lebih unggul dalam hal konsistensi dan manajemen balapan.

Persaingan internal Mercedes ini menarik untuk disimak. Apakah Russell bisa mengatasi kecenderungannya untuk terlalu banyak berpikir dan mulai menyamai performa Antonelli? Ataukah Antonelli akan terus mendominasi dengan gaya santainya? Semua akan terjawab di lintasan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!