KETIKA Fabio Di Giannantonio melesat melewati Marc Marquez tiga lap sebelum finis di Silverstone, banyak yang mengira itu hanya manuver biasa. Tapi cara Marquez membiarkannya lewat tanpa perlawanan memicu spekulasi di paddock. Apakah ini sekadar kehilangan grip, atau justru pesan halus untuk Ducati?
Pada Grand Prix Inggris akhir pekan lalu, Di Giannantonio menempel ketat di belakang Marquez. Saat memasuki tikungan Village, pembalap Pertamina Enduro VR46 itu mengambil garis dalam dan dengan mudah melewati juara dunia bertahan. Marquez nyaris tidak memberikan resistensi, dan Di Giannantonio langsung menjauh hingga finis dengan selisih lebih dari tiga detik.
Komentator TNT Sports, Neil Hodgson, sempat melihat Marquez seperti ingin membalas, namun urung. Akhirnya, Marquez harus puas di posisi ketujuh, sementara Di Giannantonio finis keenam. Namun yang menarik perhatian adalah dugaan yang dilontarkan jurnalis Spanyol, Diego Lacave, bahwa Marquez sengaja membiarkan dirinya dikalahkan untuk mengirim sinyal ke pabrikan.

Menurut Lacave, Marquez kecewa dengan cara kerja tim pabrikan Ducati di Silverstone, terutama dibandingkan dengan tim satelit seperti VR46 dan Gresini. Dengan membiarkan Di Giannantonio—yang menggunakan motor serupa—terlihat lebih cepat, Marquez seolah ingin menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada dirinya, melainkan pada dukungan tim.
Memang, sepanjang akhir pekan, motor satelit Ducati tampil impresif. Di Giannantonio sudah mengalahkan Marquez di kualifikasi, sementara Alex Marquez finis keempat. Statistik ini memberi sedikit bahan bakar bagi teori tersebut, meski Marquez sendiri belum memberikan konfirmasi apa pun.
Apakah ini sekadar kebetulan atau strategi terselubung? Yang jelas, hasil ini memperpanjang catatan kurang memuaskan Marquez di Silverstone, dan perhatian kini tertuju pada bagaimana tim akan merespons di balapan berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!