Laurent Mekies tidak tertarik pada narasi besar tentang membangun kembali kejayaan. Baginya, Red Bull bukanlah tim yang hancur, melainkan juara yang perlu dijaga. Dalam wawancara eksklusif dengan FormulaPassion di paddock Monza, Team Principal anyar itu menegaskan bahwa fondasi tim sudah kokoh, tinggal bagaimana merawatnya agar tetap tajam di lintasan.
“Pertama-tama, kami tidak berada dalam situasi di mana kami harus membangun tim yang menang. Tim ini adalah tim yang paling banyak menang dalam tiga puluh tahun terakhir,” ujar Mekies. “Ada dua siklus kemenangan, dipisahkan oleh periode yang lebih sulit. Kami tidak menghadapi situasi ini seolah-olah kami harus membangun tim yang menang, tetapi bertanya pada diri sendiri bagaimana melindungi tim yang sukses, agar dapat terus tampil di level yang sama.”
Kepergian sejumlah figur senior seperti Adrian Newey dan Rob Marshall memang menjadi ujian. Namun Mekies melihatnya sebagai bagian dari siklus alami. “Fakta bahwa ada kepergian figur senior dalam 4-5 tahun terakhir bukanlah hal baru, itu sudah dimulai beberapa tahun lalu,” katanya. “Prioritas nomor satu kami adalah membangun lingkungan di mana talenta kami dapat berkembang dan semua orang di paddock ingin datang ke sini. Kami percaya memiliki talenta terbaik.”

Untuk memastikan tidak ada celah, Mekies melakukan audit internal per departemen. “Kami memiliki basis talenta yang luar biasa. Bersama grup manajemen, kami menganalisis departemen per departemen untuk mengetahui apakah kami memiliki orang terbaik dan bagaimana memperkuat tim,” jelasnya. “Kami percaya memiliki talenta terbaik di rumah dan karena itu kami berada dalam situasi yang luar biasa. Kami melengkapi tim di mana kami membutuhkan figur dari luar, tetapi tanpa masalah filosofis.”
Red Bull juga memiliki keuntungan dengan adanya tim satelit, Racing Bulls, yang menjadi ladang pengembangan talenta. “Racing Bulls seperti tim lainnya. Prioritas nomor satu adalah memiliki lingkungan yang memungkinkan Anda menciptakan dan mengembangkan talenta. Setelah itu, diperlukan keterbukaan pikiran untuk menentukan di mana talenta tersebut bisa berkontribusi,” tambah Mekies.
Di tengah transisi ini, satu hal yang membuat Red Bull tetap optimistis adalah power unit yang dikembangkan sendiri. Kehadiran Ford di masa depan diyakini akan semakin memperkuat proyek tersebut. “Kami memiliki power unit yang dibuat di rumah, dan Ford mungkin akan memberikan kontribusi yang lebih besar di masa depan,” ujar Mekies.
Dengan pendekatan yang berpijak pada pengembangan internal, Red Bull di bawah Mekies tidak hanya berusaha mempertahankan posisi di puncak, tetapi juga memastikan bahwa budaya juara tetap hidup. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa perlindungan terhadap warisan ini mampu menghasilkan performa di lintasan, bukan sekadar retorika di ruang rapat.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!