Keputusan atas banding McLaren dan Red Bull terkait hasil Grand Prix Monako 2025 dipastikan belum akan keluar dalam waktu dekat. Sidang di Pengadilan Banding Internasional FIA pada Selasa lalu berakhir tanpa vonis, dan para pihak baru akan mendapat jawaban dalam waktu hingga tiga pekan ke depan.
Kronologi berawal dari keputusan FIA yang mengembalikan podium ketiga Pierre Gasly setelah penalti lima detik yang dijatuhkan padanya dicabut. Gasly sempat kehilangan posisi karena melanggar batas kecepatan di pit lane, namun kemudian terbukti bahwa pengukuran panjang pit lane yang keliru menjadi biang keroknya. Alpine pun sukses mengajukan banding dan hasil akhirnya menguntungkan sang pembalap Prancis.
Masalahnya, pembalap lain yang juga terkena penalti serupa—seperti Oscar Piastri, George Russell, dan Lewis Hamilton—tidak mendapat kesempatan yang sama untuk mengajukan banding. Mereka telah menjalani hukuman tersebut saat balapan berlangsung, sehingga tidak bisa lagi dianulir. Kondisi inilah yang memicu McLaren dan Red Bull untuk melayangkan protes resmi ke pengadilan tertinggi FIA.

Jika Gasly naik ke posisi tiga, maka Isack Hadjar dari Red Bull turun ke posisi empat dan Piastri ke posisi lima. Kehilangan poin inilah yang menjadi alasan utama kedua tim tersebut mengajukan banding. Mereka berargumen bahwa proses yang terjadi di Monako tidak adil bagi semua kompetitor, karena ada pembalap yang diuntungkan tanpa melalui proses yang setara.
Andrea Stella, prinsipal McLaren, menyatakan bahwa banding ini punya dua tujuan. "Kami datang ke sidang dengan dua maksud. Yang pertama lebih bersifat umum, bukan hanya kepentingan McLaren. Kami pikir proses setelah balapan di Monako perlu ditinjau ulang karena bagi keadilan semua kompetitor, fakta bahwa penalti itu dihapus menimbulkan kekhawatiran yang signifikan," ujarnya.
Stella menambahkan, "Yang kedua adalah kepentingan McLaren. Kami juga dirugikan secara materiil karena harus menjalani penalti yang tidak bisa diajukan banding, dan ini mengakibatkan hilangnya poin di kejuaraan. Jadi ada kepentingan umum untuk Formula 1 dan integritas olahraga, dan ada kepentingan materiil bagi McLaren dalam hal dampak kejuaraan."
Sidang yang berlangsung seharian pada Selasa itu dihadiri perwakilan Alpine, Red Bull, McLaren, serta pejabat FIA dan F1. Kini, seluruh paddock menunggu keputusan yang akan menentukan hasil balapan yang sudah berlangsung hampir tiga bulan lalu itu. Dengan adanya kemungkinan perubahan klasemen, ketegangan di antara tim-tim papan atas pun semakin terasa.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!