Max Verstappen berpeluang kembali menggunakan sayap belakang “Macarena” milik Red Bull pada Grand Prix Hungaria 2026 setelah tim memastikan solusi untuk dua kegagalan mekanis berkecepatan tinggi telah ditemukan.
Red Bull mencopot desain tersebut setelah Verstappen mengalami kecelakaan beruntun di Grand Prix Austria dan Inggris. Kegagalan kedua di Silverstone membuat pembalap Belanda itu menyebut komponen pada RB22 tersebut “super berbahaya”.
Sayap itu mengadopsi konsep flap berputar yang sebelumnya diperkenalkan Ferrari. Namun, masalah pada mekanisme membuat aliran udara tidak kembali menempel sebagaimana mestinya setelah flap menutup, sehingga kestabilan bagian belakang mobil terganggu pada kecepatan tinggi.


Prinsipal Red Bull Racing, Laurent Mekies, menegaskan insiden di Austria dan Inggris berasal dari dua persoalan mekanis yang berbeda. Tim kini telah menyiapkan perbaikan yang ditargetkan tersedia di Budapest.
“Masalahnya bersifat mekanis dan terdapat dua hal yang berbeda. Jadi, ada dua kegagalan mekanis terpisah. Kami akan memiliki perbaikannya untuk Budapest,” kata Mekies.
Direktur teknis Red Bull, Pierre Wache, menjelaskan penyebab utama baru dapat diidentifikasi secara menyeluruh setelah kecelakaan di Silverstone. Sejak itu, tim memusatkan perhatian untuk membuktikan bahwa versi perbaikan benar-benar aman sebelum dipasang kembali pada mobil.
“Kami telah memperbaikinya dan sekarang berusaha membuktikan bahwa desain ini benar-benar bulletproof. Kami tidak ingin mengambil risiko dan harus yakin 100 persen sebelum menggunakannya,” ujar Wache.
Wache juga menyatakan FIA telah menerima penjelasan teknis Red Bull mengenai desain tersebut. Keputusan menunda penggunaannya di Belgia berasal dari sikap hati-hati tim, bukan karena larangan dari badan pengatur.
Pada Grand Prix Belgia, Red Bull kembali memakai sayap belakang spesifikasi lama dengan desain yang lebih konvensional. Verstappen berhasil finis ketiga dan menilai mobil terasa sedikit lebih seimbang serta kompetitif dibandingkan sebelumnya.
“Sayap lama itu bekerja dengan baik. Saya berhasil menjaga mobil tetap berada di lintasan, dan itu hal pertama yang penting. Kami sedikit lebih kompetitif dan keseimbangannya juga lebih baik,” kata Verstappen.
Meski demikian, ia mengakui Red Bull tetap mengalami kesulitan ketika menggunakan ban keras. Hasil podium di Belgia membuktikan desain lama lebih aman, tetapi belum sepenuhnya menjawab persoalan performa RB22.
Verstappen juga belum yakin karakter Hungaroring akan langsung menguntungkan Red Bull. Sirkuit tersebut memang tidak terlalu menuntut energi seperti Belgia, tetapi rangkaian tikungan yang rapat membutuhkan performa menikung kuat, area yang masih menjadi tanda tanya bagi mobilnya.
Kembalinya sayap “Macarena” di Hungaria karena itu akan menjadi ujian ganda. Red Bull harus membuktikan bahwa perbaikan mekanis telah menghilangkan risiko kecelakaan sekaligus memastikan keuntungan aerodinamikanya cukup besar untuk meningkatkan daya saing Verstappen pada putaran terakhir sebelum jeda musim panas.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!