Marc Marquez tidak hanya kembali ke puncak klasemen MotoGP 2026, tetapi juga mengukir rekor yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah kejuaraan dunia. Setelah GP Italia di Mugello akhir Mei lalu, pembalap Spanyol itu tertinggal 102 poin dari pemuncak klasemen. Kini, tujuh grand prix kemudian, ia menyamai perolehan poin Jorge Martin di puncak dengan 274 poin. Jika musim berakhir hari ini, Marquez akan menjadi juara berkat jumlah kemenangan lebih banyak.
Rekor ini melampaui pencapaian Francesco Bagnaia pada 2022. Saat itu, pembalap Italia tersebut membalap defisit 92 poin dari Fabio Quartararo dan akhirnya meraih gelar MotoGP pertamanya. Namun, musim 2022 masih tanpa balapan Sprint, sehingga keunggulan poin bisa dikejar lebih cepat. Marquez melakukannya di era Sprint yang menuntut konsistensi ekstra.
Ironisnya, Marquez menyelesaikan misi tersebut di GP San Marino di Misano, seri Italia kedua musim ini. Kemenangan di Misano membawanya kembali ke posisi teratas, sementara Marco Bezzecchi, yang sempat memimpin klasemen setelah Mugello, kini terpuruk 33 poin di belakang Marquez. Perubahan drastis ini menunjukkan betapa cepatnya dinamika kejuaraan musim ini.


Dalam sejarah MotoGP, hanya beberapa pembalap yang mampu melakukan comeback besar. Selain Bagnaia, ada Valentino Rossi pada 2006 yang mengejar 51 poin dari Nicky Hayden dengan enam balapan tersisa. Rossi sempat memimpin 8 poin sebelum Valencia, tetapi terjatuh dan membuang peluang juara. Sementara di era Sprint, Jorge Martin pernah memangkas 62 poin dari Bagnaia pada 2023, namun akhirnya gagal setelah insiden di Valencia.
Marquez sendiri sempat menjalani awal musim yang berat. Cedera di Le Mans memaksanya absen dan menjalani dua operasi pada bahu dan kaki kanan. Kembali di Mugello, ia masih berada di posisi kedelapan klasemen. Namun, performa impresifnya bersama Ducati Corse membuktikan bahwa mentalitas juara tidak pernah pudar. Kini, dengan delapan balapan tersisa, Marquez berpotensi memperlebar keunggulan jika konsisten di sirkuit-sirkuit favoritnya.
Dampak dari kebangkitan ini sangat besar bagi rival-rivalnya. Bezzecchi harus segera menemukan ritme terbaiknya setelah sempat memimpin. Martin, yang kini berbagi poin dengan Marquez, tidak bisa lagi bersantai. Sementara Bagnaia, yang sempat menjadi penantang utama, harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. Persaingan gelar musim ini diprediksi akan berlangsung sengit hingga balapan terakhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!