Marc Marquez kembali menunjukkan tajinya di Sirkuit Motorland Aragon. Dalam gelaran Grand Prix Aragon, pembalap Ducati Lenovo itu tampil dominan dengan menyapu bersih kemenangan, baik di Sprint Race maupun balapan utama. Total 37 poin berhasil ia kumpulkan, sekaligus memperkuat posisinya di papan atas klasemen sementara MotoGP.
Start dari posisi terdepan, Marquez langsung mencoba memimpin jalannya balapan. Namun, sebuah kesalahan kecil nyaris merusak segalanya. Ia lupa mematikan perangkat ketinggian (holeshot device) belakang saat memasuki tikungan pertama. Akibatnya, ia kehilangan beberapa posisi dan sempat tertahan di belakang. Meski begitu, pengalaman dan kecepatannya membuat ia mampu bangkit dan merebut kembali posisi terdepan hingga melewati garis finis.
“Kita bisa salah karena kita manusia, dan hari ini saya hampir salah besar di tikungan 1-2 karena lupa mematikan perangkat belakang. Saya kehilangan posisi dan itu membuat segalanya sedikit rumit. Tapi seperti yang saya katakan Kamis lalu, jika ingin punya peluang memperebutkan gelar, kita harus memaksimalkan hasil di sirkuit yang cocok. Akhir pekan ini kami berhasil meraih 37 poin,” ungkap Marquez, yang juga menyinggung soal strategi balapnya.

Kemenangan ini terasa spesial bagi Marquez. Lebih dari seratus kemenangan sudah ia raih, namun sensasinya tak pernah berubah. “Setiap kemenangan terasa berbeda. Ada masa di mana saya tidak terlalu menikmatinya, tapi sekarang saya selalu berpikir, apakah ini yang terakhir? Jadi kita harus menikmati momen ini, karena suatu hari kita akan merindukannya,” tuturnya dengan nada reflektif.
Pertarungan sengit dengan Marco Bezzecchi turut mewarnai balapan. Keduanya saling bertukar posisi dengan kecepatan tinggi. “Saat balapan dengan kecepatan 300 km/jam dan hanya berjarak satu jari dari motor lain, Anda tidak berpikir tentang apa pun. Yang ada hanya adrenalin dan keinginan untuk menekan lebih dalam. Itu momen gila, tapi gila yang terkontrol,” jelas Marquez.
Hasil maksimal di Aragon membawa Marquez naik ke posisi kedua klasemen, hanya terpaut 19 poin dari pemimpin klasemen, Jorge Martin. “Banyak hal bisa terjadi. Dua minggu lalu saya seperti setengah mati, sekarang saya hidup lagi. Yang terpenting adalah memanfaatkan momen ketika kita bisa menang. Tapi saya melihat Martin dan terutama Bezzecchi akan tampil kuat di beberapa balapan ke depan. Kami harus tetap fokus,” ujarnya.
Marquez juga mengakui ancaman dari Pedro Acosta yang tampil impresif. “Saat saya melihat Acosta sudah di belakang saya pada lap kedua, saya langsung tahu dia akan menjadi lawan terberat hari ini. Dia tampil sangat cepat sejak kemarin,” pungkasnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!