Pembalap andalan Manuel Lettenbichler harus menghadapi drama menegangkan pada hari kedua ajang Sea to Sky dalam seri Forest Race. Rider KTM tersebut secara mengejutkan diganjar penalti waktu sepuluh menit penuh akibat insiden sepele di area servis.
Hukuman tersebut dijatuhkan setelah sang ayah sekaligus mekanik, Andreas Lettenbichler, menuangkan sekitar 200 mililiter air guna mendinginkan komponen rem belakang motor yang mengalami overheat. Keputusan pengawas lomba ini langsung menuai kritik tajam karena dinilai terlalu berlebihan untuk pelanggaran sekecil itu.
Tidak hanya Lettenbichler, sejumlah pesaing kuat seperti Mario Roman dan Thomas Scales turut merasakan sanksi serupa akibat membiarkan mesin tetap menyala saat melakukan pengisian bahan bakar. Situasi semakin memanas ketika Teo Kabakchiev yang awalnya terkena penalti waktu sepuluh menit akibat bantuan luar, justru berujung pada diskualifikasi mutlak setelah melalui prosedur protes dari tim X-GRIP.

Menanggapi hukuman kontroversial tersebut, Manuel Lettenbichler meluapkan kekesalannya secara terbuka kepada media. "Untuk 200 ml air pada rem, penalti waktu sepuluh menit itu terasa sedikit berlebihan. Sulit dipercaya. Saya rasa FIM harus turun tangan, terutama mengenai regulasi penalti agar lebih terstruktur," ujar sang juara bertahan mengecam aturan yang ada.
Pria asal Jerman itu menambahkan bahwa rentang hukuman saat ini sangat tidak masuk akal karena hanya mengenal dua batasan ekstrem. "Saat ini aturannya bantuan luar bisa berbuah penalti sepuluh menit hingga diskualifikasi, tanpa ada tingkatan di tengahnya. Saya tadinya memperkirakan satu atau tiga menit. Ketika vonis sepuluh menit itu keluar, saya berpikir kalian pasti sudah tidak waras," imbuhnya dengan nada keheranan.
Terlepas dari kekacauan penalti yang sempat membuatnya harus memulai balapan Mountain Race dari posisi ke-15, performa luar biasa tetap ditunjukkan di atas lintasan. Selepas lampu start padam, ia langsung melesat melewati barisan pembalap dan sukses memimpin jalannya lomba hanya dalam kurun waktu dua menit pertama.
Pertarungan sengit sempat terjadi di area canyon dan berlanjut hingga melewati batas vegetasi pohon bersama Teo Kabakchiev yang memberikan tekanan konstan. Beruntung bagi Lettenbichler, insiden kawat yang melilit roda belakang sang rival memberikan sedikit ruang bernapas sebelum akhirnya ia sukses mengamankan garis finis terdepan.
Dengan keunggulan poin yang sangat masif menjelang seri pemungkas Hixpania di Spanyol, fokus utama tim kini beralih pada strategi pengamanan gelar juara dunia. Pendekatan konservatif tanpa mengambil risiko besar dipastikan menjadi kunci utama agar trofi penutup musim dapat dibawa pulang ke garasi tanpa kendala berarti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!