Ketegangan internal di kubu Ferrari tampaknya belum mereda sepenuhnya menjelang akhir pekan balap Formula 1 di Interlagos. Setelah insiden panas yang terjadi pada putaran sebelumnya di Autodromo Hermanos Rodriguez, Lewis Hamilton melontarkan pembelaan diri yang sangat tegas terkait tuduhan miring yang diarahkan kepadanya oleh media dan publik Italia.
Konflik bermula ketika manuver agresif Charles Leclerc di Meksiko dinilai merugikan tim dan membuat sang juara dunia asal Inggris tersebut merasa diperlakukan secara berbeda di atas lintasan. Hamilton bahkan membandingkan duel tersebut dengan situasi ketika pembalap Monako itu memilih melambat saat berdampingan dengan rival lain di masa lalu, termasuk ketika melawan Max Verstappen.
Situasi semakin memanas ketika pengamat balap di Italia mulai berspekulasi bahwa setiap komentar dan tindakan Hamilton merupakan bagian dari kalkulasi politik internal untuk menguasai garasi tim Kuda Jingkrak. Menanggapi narasi tersebut, peraih tujuh gelar juara dunia ini memberikan reaksi keras dan menolak tunduk pada tekanan psikologis paddock.

"Apa yang sama sekali tidak bisa saya toleransi adalah ketika orang-orang menuduh saya bertindak penuh perhitungan," ujar Hamilton dengan nada tinggi di area paddock. "Maaf saja, tapi kita sedang membalap di luar sana dengan detak jantung mencapai 170 dan melaju dalam kecepatan 300 kilometer per jam. Anda sama sekali tidak memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana cara berbicara kepada media setelah balapan usai."
Lebih lanjut, pembalap veteran tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah meminta maaf karena menjadi diri sendiri yang apa adanya di tengah tekanan kompetisi level tertinggi. "Sangat wajar jika frustrasi meluap setelah insiden di trek, dan tentu saja seseorang bisa mengatakan hal yang kemudian disesali. Namun, saya tidak akan pernah meminta maaf karena bersikap jujur, dan saya tidak akan membiarkan siapapun membungkam mulut saya," tambahnya.
Meskipun pihak manajemen tim dijadwalkan menggelar serangkaian pembicaraan tertutup untuk meredakan ketegangan antara kedua pembalap, banyak pihak meyakini bahwa bara dalam sekam ini masih jauh dari kata selesai. Terlebih jika persaingan musim depan kembali melibatkan perebutan gelar juara dunia secara langsung di atas aspal yang sama.
Simak analisis mendalam seputar dinamika paddock dan update berita Formula 1 terbaru hanya di Sportrik Media.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!