Sesi kualifikasi di sirkuit Interlagos menyajikan tantangan cuaca ekstrem bagi Lewis Hamilton yang harus menerima kenyataan pahit akibat sanksi grid. Pembalap veteran asal Inggris ini mengawali hari Sabtu dengan beban penalti sepuluh posisi akibat penggantian komponen ICE pada mobil Ferrari SF-26 miliknya.
Kendala teknis mendadak yang muncul sepanjang sesi FP3 memaksa skuad Maranello mengambil langkah tegas untuk mengganti total unit daya secara keseluruhan. Konsekuensi dari keputusan krusial ini memastikan sang juara dunia tujuh kali harus rela memulai jalannya balapan utama dari barisan paling belakang di grid.
Melihat kondisi cuaca yang tidak menentu serta karakteristik lintasan Autodromo Jose Carlos Pace, tim kuda jingkrak menyusun strategi matang untuk menghadapi balapan penuh drama. Sesi kualifikasi praktis berubah fungsi menjadi ajang penyesuaian diri bagi sang pembalap untuk mencari setelan terbaik di atas lintasan basah.

Langkah taktis diambil ketika Lewis Hamilton tersingkir pada fase Q2 setelah membukukan catatan waktu tercepat kesebelas. Keputusan krusial dibuat dengan menggunakan ban tipe wet, berbeda dari para rival yang kala itu lebih memilih menggunakan kompon intermediate yang terbukti lebih kompetitif.
Meski gagal melaju ke sesi perebutan pole position, peraih banyak kemenangan ini tetap menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tantangan cuaca ekstrem. Pendekatan tersebut diambil demi mengumpulkan data berharga untuk mengantisipasi potensi hujan lebat yang diprediksi kembali turun pada hari balapan hari Minggu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!