SPONSORED

Lawson Puas dengan Start Produktif di Monza

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Lawson Puas dengan Start Produktif di Monza
TO NEWS OVERVIEW
Liam Lawson has taken more learnings from Red Bull in Friday practice at Monza. Image: XPB Images

Pembalap asal Selandia Baru, Liam Lawson, kembali mengisi posisi Isack Hadjar yang cedera pada Grand Prix Italia akhir pekan ini. Ini merupakan penampilan keduanya membela tim utama Red Bull setelah sebelumnya tampil mengejutkan di Zandvoort.

Lawson memulai dengan baik dengan menempati posisi keempat di FP1, meski rekan setimnya Max Verstappen absen karena Ayumu Iwasa menjalankan kewajiban rookie Red Bull. Saat semua pembalap reguler turun di FP2, Lawson mengakhiri sesi di posisi ke-12 dengan catatan waktu 1 menit 23,660 detik.

Hasil itu hanya terpaut 0,283 detik dari Verstappen yang berada di posisi kesembilan. Red Bull memang lebih fokus mengumpulkan data balapan ketimbang mengejar performa murni, dan Lawson mengaku senang dengan kesempatan itu.

Russell Downplays Favorites Tag: Ferrari Still the Team to Beat
Read AlsoRussell Downplays Favorites Tag: Ferrari Still the Team to Beat

"Itu oke. Hari yang produktif," ujarnya kepada Sky Sports F1. "Kami menghabiskan sebagian besar FP2 untuk long run. Jadi, kami melakukan short run di awal dan rasanya baik. Lalu kami melakukan dua long run dengan ban soft dan hard. Bagi saya, ini pembelajaran yang bagus."

ADVERTISEMENT

Lawson menilai fokus pada stint panjang sangat berguna, terutama setelah merasa pace balapnya menjadi kelemahan saat kembali membela Red Bull di Zandvoort. "Saya pikir saya lebih kesulitan di Zandvoort dalam balapan dibanding kualifikasi," katanya. "Jadi saya akan mencoba belajar dari itu."

Monza dengan trek lurusnya yang panjang juga membuat slipstream menjadi krusial. Banyak tim bereksperimen dengan mobil yang berjalan berdekatan pada latihan Jumat. McLaren terlihat melakukan formasi di FP2, sementara Verstappen, Kimi Antonelli, dan Yuki Tsunoda juga sempat melaju berdampingan.

Soal kemungkinan Red Bull menggunakan taktik serupa antara Lawson dan Verstappen di kualifikasi, Lawson menyebut tim belum memutuskan. "Itu sesuatu yang akan kami diskusikan dan kami akan buat rencana," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Keputusan Red Bull soal agresivitas kualifikasi Lawson juga bisa dipengaruhi posisi start. Komentator Sky Sports F1, David Croft, sempat menyebut Lawson bisa menjalani penggantian mesin, yang berpotensi membuatnya mendapat penalti grid. Namun, Red Bull belum mengonfirmasi.

Terlepas dari itu, Lawson punya tolok ukur menarik di akhir pekan ini: tim lamanya, Racing Bulls, yang tampil kuat. Arvid Lindblad finis ketujuh di FP2, dua posisi di depan Verstappen, sementara Tsunoda di posisi ke-10. Lawson tidak terkejut dengan performa tersebut. "Bukan kejutan dalam hal kemajuan VCARB. Kami sangat kuat sepanjang tahun," katanya. "Perkembangan yang datang, semuanya berjalan baik. Jadi, itu tidak mengejutkan. Ini juga menyenangkan bagi saya untuk tahu bahwa saat saya kembali, mobilnya masih bagus."

Meski catatan waktu Red Bull dan Racing Bulls mirip di Monza, Lawson menegaskan karakter kedua mobil berbeda. "Kami akan menganalisis data dan mencari cara untuk lebih kompetitif," pungkasnya.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU