SPONSORED

Lawson Balas Verstappen: F1 2026 Tak Semudah Itu

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Lawson Balas Verstappen: F1 2026 Tak Semudah Itu
TO NEWS OVERVIEW
Lawson Balas Verstappen: F1 2026 Tak Semudah Itu

Liam Lawson tak tinggal diam. Menanggapi komentar Max Verstappen bahwa mobil Formula 1 generasi 2026 terlalu mudah dikendarai, pembalap Selandia Baru itu memberikan bantahan halus namun tegas. Baginya, hanya dia dan Yuki Tsunoda yang benar-benar tahu betapa rumitnya mengemudikan mobil-mobil anyar tersebut.

Semuanya bermula dari wawancara Verstappen dengan BBC. Juara dunia empat kali itu menyebut mobil 2026 relatif lebih gampang, bahkan dianggap mematikan peluang pembalap bertalenta untuk tampil beda. Verstappen lantas mencontohkan performa Lawson dan Tsunoda yang dinilainya cukup mengesankan meski minim pengalaman di Red Bull RB22 dan Racing Bulls pasca cedera Isack Hadjar. Ia menegaskan contoh itu bukan sindiran, melainkan sekadar ilustrasi.

Namun Lawson punya pandangan sendiri. Dalam konferensi pers yang juga dihadiri FormulaPassion, ia mengakui memahami maksud Verstappen, tetapi tidak sepenuhnya setuju. “Mobil lebih mudah dikendarai? Sejujurnya saya tidak tahu. Ini soal generasi mobil secara umum. Saya tidak merasa lebih sederhana, justru sebaliknya. Mobil ini cukup rumit dari sisi energi, tapi saya mengerti apa yang dimaksud Verstappen. Ada aspek yang mungkin di luar kendali kami, terutama cara baterai mengalirkan tenaga,” ujarnya.

Mekies: Red Bull a Champion to Protect, Not Rebuild
Read AlsoMekies: Red Bull a Champion to Protect, Not Rebuild

Lawson lantas menambahkan poin krusial. “Saya dan Yuki yang pernah mengemudikan mobil ini, jadi hanya kami berdua yang benar-benar tahu bagaimana rasanya mencari kecepatan dengan mobil yang berbeda. Dan itu jelas bukan perkara gampang.” Pernyataan ini seolah menegaskan bahwa persepsi Verstappen tak sepenuhnya mewakili realitas yang dihadapi para pembalap muda.

ADVERTISEMENT

Sejauh ini, Lawson memang menunjukkan sinyal positif. Debutnya bersama Red Bull di Zandvoort menuai pujian, terutama karena mampu mendekati catatan waktu Verstappen di kualifikasi. Namun, ia sempat kesulitan di Monza. Madrid akan menjadi Grand Prix ketiganya bersama tim Milton Keynes tahun ini, lebih banyak dari jatahnya sebagai pembalap resmi pada 2025.

Perdebatan ini menyoroti dilema teknis yang dihadapi F1 2026. Regulasi baru menuntut keseimbangan antara tenaga mesin pembakaran dan energi listrik, yang sering kali membuat karakter mobil sulit diprediksi. Bagi pembalap berpengalaman seperti Verstappen, adaptasi mungkin terasa lebih instan. Tapi bagi Lawson dan Tsunoda, setiap tikungan adalah pelajaran baru.

Yang jelas, komentar Lawson menjadi pengingat bahwa di balik kemudi, tak ada yang benar-benar mudah. Dan di tengah persaingan ketat, perbedaan persepsi antar pembalap justru menambah dimensi menarik dalam cerita F1 musim ini.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU