Esapekka Lappi benar-benar terpuruk pada Jumat pagi di Reli Chile. Pembalap Finlandia itu kehilangan satu setengah menit dari pemimpin klasemen hanya dalam tiga special stage pertama. Alhasil, ia kini terpuruk di posisi kesembilan, dan peluangnya untuk bersaing di barisan depan sudah sirna.
Lappi mengaku mobilnya terasa tidak bisa dikendalikan. "Kondisinya sangat menuntut. Rasanya seperti mobil yang menguasai saya, bukan sebaliknya," ujarnya saat sesi servis. "Saya tidak bisa mengambil kendali. Itu sebabnya mustahil untuk cepat dan percaya diri."
Ini bukan pertama kalinya Lappi kesulitan dengan Hyundai i20 N Rally1. Sebelumnya di Estonia ia juga jauh dari kecepatan, dan di Finlandia ia malah terhenti di hutan. Kini, dengan hanya sembilan stage tersisa, harapan untuk memperbaiki posisi semakin tipis.

Yang membuat situasi semakin pahit, pembalap paruh waktu Hyundai lainnya, Hayden Paddon, tampil impresif dengan finis kedua di Paraguay. Lappi sendiri sudah punya pengalaman di Chile, jadi performa jauh lebih baik seharusnya bisa ia tunjukkan. "Hayden melakukan hal luar biasa di event terakhir tanpa banyak latihan. Dia sempat tes sebelum reli, sementara saya langsung datang dari Finlandia. Mungkin itu salah satu faktornya," akunya.
Lappi juga menyoroti karakteristik mobil yang sulit dijinakkan. "Saya masih belum terbiasa dengan mobil dan ban ini. Tapi bukan hanya itu. Saya rasa setelannya begitu: jika Anda menyerang 100%, itu berhasil. Namun di sini Anda tidak bisa melakukannya. Dan jika menyerang 85%, tidak berhasil sama sekali. Itulah masalahnya saat ini."
Dengan tiga stage yang sama akan diulang setelah servis, Lappi harus segera menemukan solusi. Jika tidak, Reli Chile bisa menjadi akhir pekan yang mengecewakan lagi bagi pembalap yang pernah finis ketiga di Finlandia 2021 itu.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!