Lando Norris mengakui dirinya dan Oscar Piastri cukup rewel terhadap tampilan yang mereka lihat dari kokpit McLaren MCL40, saat tim Woking memakai livery khusus untuk British Grand Prix di Silverstone.
McLaren meninggalkan warna papaya ikoniknya untuk akhir pekan ini dan memakai kombinasi putih serta British Racing Green. Desain satu kali tersebut menjadi penghormatan kepada Bruce McLaren dan M2B 1966, mobil pertama yang dibangun serta dibalapkan pendiri tim itu di Formula 1.
Livery tersebut juga mengacu pada momen ketika Bruce McLaren mencetak poin pertama tim di Formula 1 pada British Grand Prix tahun yang sama. Namun, dari sudut pandang pembalap, Norris menegaskan perubahan visual eksternal tidak otomatis terasa dari dalam mobil karena area sekitar kokpit kerap dipertahankan agar tetap familiar.

"Sebenarnya, saya dan Oscar cukup rewel soal apa yang kami lihat secara visual sebagai pembalap," kata Norris.
"Jadi, apa yang ada di sekitar kokpit cukup sering tetap sama. Ketika Anda berada di dalam mobil, kami sebenarnya tidak terlalu menyadari banyak perubahan dari bagian luar," ujar Norris.
Pernyataan itu menempatkan livery khusus McLaren dalam konteks teknis yang lebih sempit. Warna dan identitas historis dapat berubah untuk kebutuhan visual tim, tetapi referensi kokpit tetap menjadi area sensitif karena berkaitan langsung dengan fokus, posisi pandang, dan konsistensi pembalap selama sesi kompetitif.
"Ini spesial. Kami jelas selalu mencoba melakukan hal-hal khusus, tetapi ini spesial karena ini adalah mobil pertama Bruce," kata Norris.
Dari sisi performa, kedua MCL40 menunjukkan kecepatan yang solid pada Jumat. Piastri menempati posisi kelima dan Norris ketujuh pada sesi latihan, sebelum keduanya lolos masing-masing di posisi keenam dan ketujuh untuk Sprint, membuat McLaren tetap berada dalam persaingan meski bukan tim tercepat di Silverstone.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!