SPONSORED

Kunci Leclerc Salip Norris: Strategi Deployment di Sprint Zandvoort

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Kunci Leclerc Salip Norris: Strategi Deployment di Sprint Zandvoort
TO NEWS OVERVIEW
Kunci Leclerc Salip Norris: Strategi Deployment di Sprint Zandvoort

Charles Leclerc mengungkapkan bahwa kunci suksesnya menyalip Lando Norris untuk merebut posisi kedua dalam sprint race Formula 1 Grand Prix Belanda adalah perbedaan strategi manajemen energi. Dalam balapan yang hanya berlangsung singkat, keputusan cerdas dari sisi deployment menjadi pembeda utama di sirkuit Zandvoort yang terkenal sulit untuk melakukan overtake.

Dengan format sprint yang padat, tim-tim hanya punya satu sesi latihan bebas untuk menyetel mobil, termasuk sistem pengereman regeneratif dan pelepasan energi. Charles Leclerc dari Ferrari melihat bahwa Lando Norris yang membela McLaren terlihat lambat di lintasan lurus utama, dan ia segera menyadari ada peluang untuk menyerang di Tikungan 1 pada lap ke-18.

“Lando di lintasan lurus utama cukup lambat,” kata Leclerc. “Dia tidak punya deployment seperti yang saya miliki. Jadi, saya tahu ada peluang di sana setelah dua lap pertama.” Setelah berhasil melewati Norris, Leclerc langsung menjauh dan finis dengan keunggulan empat detik atas pembalap Inggris itu. Namun, ia gagal mengejar George Russell yang finis terdepan, hanya terpaut 1,360 detik di bawah bendera finis.

Verstappen's Red Bull Deal Brings Relief to Rivals, Says Coulthard
Read AlsoVerstappen's Red Bull Deal Brings Relief to Rivals, Says Coulthard

Ditanya apakah ia sempat percaya bisa menyalip Russell, pembalap asal Monako itu menjawab, “Ya, saya percaya. Tapi setelah dua atau tiga lap, dia mulai mendorong lebih keras dan saya tahu itu akan sulit. Saya melihat George punya jenis deployment yang berbeda di lintasan lurus utama, yang berarti akan selalu sangat sulit bagi saya untuk melewatinya, meski saya sudah sangat dekat.”

ADVERTISEMENT

Manajemen energi memang bukan satu-satunya masalah McLaren. Mobil MCL40 mereka kesulitan di tikungan kecepatan rendah dan mengalami degradasi ban yang lebih parah, sehingga Norris tak mampu bertahan dari serangan Leclerc yang menggunakan ban lunak. Ini menjadi bahan evaluasi penting bagi tim asal Woking menjelang sesi kualifikasi utama.

Menariknya, para pembalap memperkirakan strategi deployment akan semakin konvergen seiring tim-tim melakukan penyesuaian jelang kualifikasi dan balapan. Leclerc menegaskan bahwa perbedaan strategi inilah yang membuat overtake-nya menjadi mungkin, mengingat di Zandvoort hampir mustahil untuk menyalip tanpa keunggulan teknis seperti itu.

“Saya rasa ini pembeda besar di tahun seperti ini dengan mobil baru. Kita lihat hari ini. Di Zandvoort, hampir mustahil untuk menyalip, dan saya tidak akan pernah bisa melakukan overtake jika tidak ada strategi deployment yang berbeda antar tim,” ujar Leclerc. “Namun, kami semua tampaknya menuju ke titik yang sama untuk hari Minggu. Jadi saya tidak berharap ada perbedaan besar besok.”

ADVERTISEMENT

Pemenang sprint, George Russell, sependapat bahwa semua tim akan menyatu strateginya mulai besok, sehingga overtake akan menjadi lebih sulit. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pembalap dan tim untuk mencari celah di balapan utama nanti.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU