Tujuh hari lalu di Sepang, Jorge Martin terpaksa melambaikan bendera putih. Patah tulang pergelangan tangan kanan yang masih basah membuatnya tidak mampu mencatatkan waktu putaran yang konsisten, hingga akhirnya ia memilih mundur dan pulang lebih awal ke Spanyol. Namun, situasinya berbalik drastis begitu ia menjejakkan kaki di paddock Sirkuit Lusail, Qatar, di mana sang pembalap berjuluk Martinator itu tampil impresif sejak sesi latihan bebas.
Tidak hanya mampu merampungkan seluruh program latihan, pembalap andalan Aprilia tersebut sukses mengamankan posisi ketujuh pada sesi practice krusial, sekaligus menggaransi tiket otomatis lolos ke Q2. Penampilan konsisten diperlihatkannya sepanjang hari, baik pada FP1 maupun sesi latihan sore berdurasi satu jam di mana ia selalu bercokol di jajaran sepuluh besar. Catatan waktu terbaiknya menempatkannya hanya terpaut sekitar setengah detik dari sang juara bertahan.
"Sangat disayangkan saya tidak merasakan kondisi fisik seperti hari ini saat berada di Malaysia sebelumnya. Sekarang kondisinya jauh lebih baik. Meskipun rasa nyeri masih ada, saya mampu membalap dan melibas banyak putaran sekaligus," ungkap Martin selepas sesi. "Pada awalnya memang terasa lebih sulit, terutama saat melakukan pengereman keras di mana saya beberapa kali harus melebar karena kehilangan tenaga otot. Namun perlahan semuanya membaik, dan jika saya bisa meningkatkan kekuatan tangan pada hari Sabtu, saya sangat percaya diri menghadapi balapan hari Minggu."

Kendati demikian, tantangan terbesar belum sepenuhnya sirna, terutama ketika harus memacu motor dalam format time attack satu putaran penuh. Tekanan ekstrem pada titik pengereman menuntut stabilitas pergelangan tangan yang belum pulih sempurna, memaksa pembalap bernomor start #89 tersebut untuk memutar otak demi memaksimalkan potensi motor RS-GP di atas aspal gurun Qatar. Meski begitu, target realistis dipatok untuk sesi kualifikasi lanjutan demi menjaga asa dalam perebutan gelar juara dunia.
"Bagian paling sulit adalah saat melakukan time attack, di situlah masalah terasa paling besar. Hal itu membuat saya kehilangan catatan waktu di lap tercepat, namun puji syukur itu sudah cukup untuk langsung menembus Q2. Saya membayangkan jika semuanya berjalan lancar, merebut posisi start dari baris kedua di kualifikasi adalah target yang sangat mungkin dicapai," imbuhnya. Dengan persaingan ketat melawan para pembalap terdepan seperti Marc Marquez dan rival lainnya, pertarungan di Lusail dipastikan menyuguhkan drama tingkat tinggi.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!