Pembalap andalan Joan Mir akhirnya membuka suara terkait kondisi kesehatan misterius yang memaksanya absen dari empat putaran terakhir kejuaraan dunia MotoGP 2026. Mantan juara dunia tersebut mengakui bahwa berbagai masalah performa serta insiden kecelakaan yang dialaminya pada awal musim kini menjadi masuk akal setelah ia mengetahui akar permasalahan medis yang dihadapinya.
Kembalinya pembalap asal Spanyol ini ke lintasan Sirkuit Sepang akhir pekan ini untuk menghadapi Grand Prix Malaysia menandai akhir dari masa pemulihan panjangnya. Selama absen, Honda terpaksa harus berjuang dengan hanya menurunkan satu pembalap di beberapa seri krusial. Dalam sesi jumpa pers hari Kamis di Sepang, ia merinci gejala kelelahan ekstrem dan gangguan penglihatan yang sudah mulai dirasakannya jauh sebelum ia memutuskan untuk menepi dari paddock.
Meskipun sebelumnya sering mendapat sorotan tajam akibat kebiasaannya yang kerap terjatuh saat balapan, Mir menegaskan bahwa masalah fisik tersebut sangat memengaruhi performa motornya tanpa ia sadari sepenuhnya pada saat itu. "Ya, ya, ya, sepenuhnya. Sekarang saya memiliki banyak jawaban tentang hal-hal yang terjadi," ujar juara dunia MotoGP 2020 tersebut kepada para awak media.

Dalam penjelasan mendalamnya, ia mengungkapkan bagaimana akumulasi masalah kesehatan tersebut semakin memburuk dalam beberapa pekan menjelang Grand Prix San Marino pada bulan September lalu, yang menjadi balapan terakhirnya sebelum mengambil waktu istirahat total. "Hal yang paling mengkhawatirkan adalah masalah penglihatan, dan juga kelelahan ekstrem yang tidak dapat saya kendalikan. Sebelum Misano, saya sudah mengalami ini untuk sementara waktu, namun di sanalah saya mulai kehilangan kendali atas semuanya," ungkapnya.
Mir menegaskan bahwa penjelasannya ini murni berdasarkan gejala yang ia rasakan dan bukan merupakan sebuah diagnosis medis resmi. Menanggapi pertanyaan apakah absen di empat balapan terasa lebih ringan mengingat performa motor RC213V yang masih kesulitan, ia mengakui bahwa menonton dari luar sangat menyiksa, terutama di Jepang. Namun, ia menyadari bahwa memaksakan diri tampil dalam kondisi fisik yang tidak prima adalah keputusan yang keliru bagi kariernya.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!