SPONSORED

Joan Mir: Juara Dunia yang Terlupakan dan Perjuangannya di Honda

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Joan Mir: Juara Dunia yang Terlupakan dan Perjuangannya di Honda
TO NEWS OVERVIEW
Joan Mir sits down with Crash.net for an exclusive interview © Gold and Goose

Joan Mir mungkin adalah juara dunia MotoGP yang paling terlupakan di era modern. Gelar yang ia raih pada 2020 bersama Suzuki sering kali tenggelam di antara dominasi Marc Marquez dan kejayaan para pembalap pabrikan besar. Padahal, perjalanan Mir menuju puncak tak pernah mudah: ia menjuarai Moto3 di musim keduanya, hanya setahun di Moto2 sebelum naik ke MotoGP, lalu menjadi juara dunia bersama tim pabrikan kecil hanya dalam dua tahun.

Namun, kejayaan itu kini hanya kenangan. Joan Mir harus menghadapi kenyataan pahit bersama Honda yang sedang terpuruk. Setelah Suzuki hengkang dari MotoGP pada 2022, Mir bergabung dengan tim pabrikan Jepang itu justru di saat performa mereka berada di titik nadir era empat tak modern. Musim 2023 dan 2024 menjadi mimpi buruk, dengan serangkaian cedera dan hasil buruk yang membuatnya sering kali gagal finis.

Tahun 2025 sempat memberi secercah harapan dengan dua podium ketiga di Jepang dan Malaysia. Sayang, perkembangan Honda tidak berlanjut di 2026. Pabrikan Jepang itu kini fokus penuh pada proyek 850cc untuk 2027, dan Mir kembali tersesat di tengah transisi yang sulit. Setelah Grand Prix Inggris, ia duduk di posisi ke-18 klasemen dengan 29 poin, tertinggal lima poin dari Johann Zarco yang bahkan belum membalap sejak kecelakaan parah di Catalunya.

Over 6,500 Personnel Ready for 2026 MotoGP Aragon at MotorLand
Read AlsoOver 6,500 Personnel Ready for 2026 MotoGP Aragon at MotorLand

“Saya pikir kami memulai musim dengan ekspektasi tinggi, dan tes di Sepang sangat bagus,” ujar Mir saat ditemui Crash di GP Inggris. “Balapan awal lumayan, tapi saya tidak bisa finis karena mungkin terlalu optimis. Saya ingin memulai tahun seperti saat saya mengakhirinya, dan itu membuat saya mengambil risiko lebih dari seharusnya. Itu adalah kurangnya manajemen dari saya.”

ADVERTISEMENT

Memang, tingkat kegagalan finis Mir sangat mengkhawatirkan. Dari 68 balapan bersama Honda sejak 2023, ia gagal melihat bendera finis sebanyak 40 kali. Tidak semuanya karena kesalahannya sendiri, tapi cukup banyak yang membuat tren ini patut dipersoalkan. Penalti tekanan ban di Barcelona yang merampas finis kedua dan 20 poin, serta crash di Thailand dan Brazil yang menghilangkan potensi finis lima besar dan enam besar, menjadi bukti nyata.

Meski begitu, satu hal yang tidak bisa dituduhkan kepada Mir adalah kurangnya usaha. Ia terus berjuang meski motor belum kompetitif. “Saya pikir kami mulai dengan ekspektasi tinggi, tapi kami tidak punya momentum,” tambahnya. “Sekarang kami harus melihat bagaimana kami bisa memperbaiki diri.”

Dengan fokus Honda yang beralih ke masa depan, Mir mungkin harus menerima kenyataan bahwa musim 2026 akan menjadi ujian kesabaran. Namun, sebagai juara dunia sejati, ia tidak akan menyerah begitu saja.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU