SPONSORED

James Hinchcliffe Bela Lewis Hamilton soal Ferrari

Notifikasi
Jean Martin
Jean Martin
0
James Hinchcliffe Bela Lewis Hamilton soal Ferrari TO NEWS OVERVIEW
James Hinchcliffe Bela Lewis Hamilton soal Ferrari

Lewis Hamilton mendapat dukungan dari mantan pembalap IndyCar James Hinchcliffe setelah kembali mengeluhkan masalah korelasi simulator di Ferrari.

Sepanjang akhir pekan Formula 1 Miami 2026, Hamilton beberapa kali menyebut mobil Ferrari SF-26 terasa sangat berbeda dibanding simulasi yang ia rasakan sebelumnya di simulator tim.

Perbedaan tersebut diyakini menjadi salah satu penyebab performa Hamilton jauh tertinggal dari barisan depan pada GP Miami, yang sejauh ini menjadi salah satu akhir pekan tersulitnya bersama Ferrari musim ini.

Zak Brown Urges FIA to Ban F1 Team Alliances
Read AlsoZak Brown Urges FIA to Ban F1 Team Alliances

Hamilton juga diketahui bukan penggemar besar simulator dan lebih memilih bekerja langsung bersama para engineer dibanding menghabiskan banyak waktu di simulator.

ADVERTISEMENT

Menanggapi komentar pembalap tujuh kali juara dunia tersebut, Hinchcliffe menilai masalah korelasi simulator memang sangat mungkin terjadi di Formula 1 modern.

“Itu sangat mungkin terjadi. Saya pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya,” ujar Hinchcliffe dalam podcast F1 Nation.

Mantan pembalap IndyCar tersebut menjelaskan bahwa simulator tetap hanya simulasi, terlepas dari perkembangan teknologi yang kini mampu menghasilkan model aerodinamika, mesin, hingga karakter ban dengan tingkat akurasi tinggi.

ADVERTISEMENT

Menurut Hinchcliffe, ada satu elemen utama yang sampai sekarang hampir mustahil direplikasi secara sempurna oleh simulator, yaitu sensasi asli yang dirasakan pembalap di dalam cockpit mobil balap.

“Hal yang tidak bisa benar-benar direplikasi adalah feeling mobil balap dari dalam cockpit. Simulator memang bisa bergerak dan mensimulasikan sebagian gaya G, tetapi tidak akan pernah memberikan feedback visceral seperti mobil asli,” jelasnya.

Ia juga mengaku pernah mengalami situasi di mana setup yang terasa baik di simulator justru memberikan karakter berbeda ketika diterapkan langsung pada mobil di lintasan nyata.

ADVERTISEMENT

“Saya pernah mengalami setup yang terasa bagus di simulator, tetapi ketika dipasang di mobil asli justru menghasilkan feeling yang berbeda,” lanjut Hinchcliffe.

Ferrari sendiri diperkirakan akan melakukan perubahan pendekatan setup menjelang Grand Prix Kanada setelah evaluasi mendalam terhadap performa SF-26 di Miami.

ADVERTISEMENT

Lewis Hamilton mendapat dukungan dari mantan pembalap IndyCar James Hinchcliffe setelah kembali mengeluhkan masalah korelasi simulator di Ferrari.

Sepanjang akhir pekan Formula 1 Miami 2026, Hamilton beberapa kali menyebut mobil Ferrari SF-26 terasa sangat berbeda dibanding simulasi yang ia rasakan sebelumnya di simulator tim.

Perbedaan tersebut diyakini menjadi salah satu penyebab performa Hamilton jauh tertinggal dari barisan depan pada GP Miami, yang sejauh ini menjadi salah satu akhir pekan tersulitnya bersama Ferrari musim ini.

Zak Brown Urges FIA to Ban F1 Team Alliances
Read AlsoZak Brown Urges FIA to Ban F1 Team Alliances

Hamilton juga diketahui bukan penggemar besar simulator dan lebih memilih bekerja langsung bersama para engineer dibanding menghabiskan banyak waktu di simulator.

ADVERTISEMENT

Menanggapi komentar pembalap tujuh kali juara dunia tersebut, Hinchcliffe menilai masalah korelasi simulator memang sangat mungkin terjadi di Formula 1 modern.

“Itu sangat mungkin terjadi. Saya pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya,” ujar Hinchcliffe dalam podcast F1 Nation.

Mantan pembalap IndyCar tersebut menjelaskan bahwa simulator tetap hanya simulasi, terlepas dari perkembangan teknologi yang kini mampu menghasilkan model aerodinamika, mesin, hingga karakter ban dengan tingkat akurasi tinggi.

ADVERTISEMENT

Menurut Hinchcliffe, ada satu elemen utama yang sampai sekarang hampir mustahil direplikasi secara sempurna oleh simulator, yaitu sensasi asli yang dirasakan pembalap di dalam cockpit mobil balap.

“Hal yang tidak bisa benar-benar direplikasi adalah feeling mobil balap dari dalam cockpit. Simulator memang bisa bergerak dan mensimulasikan sebagian gaya G, tetapi tidak akan pernah memberikan feedback visceral seperti mobil asli,” jelasnya.

Ia juga mengaku pernah mengalami situasi di mana setup yang terasa baik di simulator justru memberikan karakter berbeda ketika diterapkan langsung pada mobil di lintasan nyata.

ADVERTISEMENT

“Saya pernah mengalami setup yang terasa bagus di simulator, tetapi ketika dipasang di mobil asli justru menghasilkan feeling yang berbeda,” lanjut Hinchcliffe.

Ferrari sendiri diperkirakan akan melakukan perubahan pendekatan setup menjelang Grand Prix Kanada setelah evaluasi mendalam terhadap performa SF-26 di Miami.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU