Kembalinya Cameron McLeod ke kancah balap GT4 Eropa di Sirkuit Algarve, Portimao, tidak berjalan sesuai rencana setelah insiden tabrakan yang melibatkan rekan setimnya pada balapan pembuka akhir pekan ini. Mengemudikan Ford Mustang #61 dari tim Academy Motorsport, McLeod menghadapi tantangan berat sejak sesi kualifikasi ketika rekan setimnya, Erik Evans, kesulitan menemukan kecepatan optimal dan hanya mampu mengamankan posisi start ke-11 untuk Race 1.
Saat lampu padam dan rombongan mobil berjejal memasuki tikungan pertama yang sangat ketat di Portimao, Erik Evans langsung kehilangan posisi akibat start yang lambat. Ia terlibat duel sengit dengan mobil Porsche #27 yang dikemudikan oleh Edvin Hellsten. Situasi memburuk ketika Erik Evans terlambat melakukan pengereman saat memasuki jepit rambut di Tikungan 3, memaksa masuk ke sisi dalam Hellsten dan memicu kontak keras yang melemparkan mobil Porsche tersebut ke arah Toyota Supra #87 milik Lucas Cartelle hingga berputar di tengah lintasan.
Meskipun pembalap lain berhasil menghindari mobil Cartelle yang melintang, baik Hellsten maupun Erik Evans harus merayap kembali ke jalur pit dengan kerusakan parah pada sistem kemudi. Insiden tersebut secara otomatis mengakhiri balapan bagi kedua mobil lebih awal. Situasi ini kontras dengan penampilan impresif Cameron McLeod sebelumnya di Monza pada bulan Mei lalu, di mana ia sukses meraih finis ketat di posisi ketujuh dan naik podium bersama Marco Signoretti.

Memasuki Race 2 pada hari Minggu, Cameron McLeod yang memulai lomba dari posisi ke-16 menunjukkan determinasi tinggi dengan langsung melesat masuk ke dalam jajaran 10 besar pada menit-menit awal balapan. Pembalap asal Australia itu berhasil menempel ketat pertarungan antara Cedric Fuchs dan Kiano Blum, sebelum akhirnya mengamankan posisi kedelapan tanpa melakukan kesalahan berarti di sepanjang paruh pertama lomba.
Strategi pit stop yang matang diterapkan oleh tim saat jendela pit dibuka dengan sisa waktu 35 menit. Cameron McLeod memilih memperpanjang stint di trek untuk memaksimalkan posisi lintasan sebelum menyerahkan kemudi kepada Erik Evans dari posisi ketiga. Setelah seluruh mobil menyelesaikan pit stop dan ditambah penalti drive-through yang diterima oleh Yani Stevenheydens karena pelanggaran kecepatan di jalur pit, Erik Evans berhasil membawa mobil melintasi garis finis di posisi kedelapan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!