Insiden menegangkan mewarnai persaingan ketat balap GT4 ketika kecelakaan kecepatan tinggi menghantam pembalap Shearer dalam duel sengit awal perlombaan akhir pekan lalu. Pertarungan memperebutkan posisi lima besar di sirkuit bersejarah tersebut berubah menjadi bencana ketika kontak fisik yang tidak terhindarkan terjadi di ujung lintasan lurus cepat, memicu dampak fatal ke dinding pembatas ban.
Benturan keras tersebut terjadi saat perebutan posisi dengan Cody Burcher yang mengemudikan Ford Mustang nomor 118. Kontak roda ke roda di penghujung trek lurus memaksa Shearer keluar lintasan pada kecepatan tinggi, menghantam pagar pembatas Armco sebelum akhirnya terseret ke area run-off di tikungan enam dan menghantam tumpukan ban dengan kekuatan masif yang merusak seluruh struktur kendaraan.
Dampak dari kecelakaan tersebut sangat luar biasa bagi fisik sang pembalap, yang harus membatalkan keikuletaannya dalam balapan hari Minggu karena kerusakan parah pada mobil serta kondisi tubuh yang terguncang hebat. Dalam wawancara siaran langsung, Shearer mengungkapkan bahwa benturan tersebut sempat membuatnya kehilangan kesadaran seketika.

"Saya sempat tidak sadarkan diri di dalam mobil selama sekitar lima detik," ujar Shearer kepada awak media. "Saya mengalami gegar otak dan sempat mengalami mimpi buruk semalam, tetapi secara keseluruhan saya merasa baik-baik saja, tubuh saya utuh dan semuanya masih berfungsi dengan baik sehingga saya yakin akan segera pulih."
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh Shearer bukan hanya karena hancurnya kendaraan, melainkan karena manuver tersebut dilakukan oleh pembalap dari kelas yang berbeda. Burcher turun di kategori Silver-Am bersama rekan setimnya Dean Campbell, sementara Shearer berjuang di kelas utama Silver Cup.
"Saya memberikan sedikit celah kepada Cody saat memasuki tikungan keempat dan dia berhasil mendahului saya di jalur lurus," tambah Shearer menganalisis insiden tersebut. "Saat memasuki zona pengereman, saya melihatnya bergerak memotong jalur saya dan mendorong saya ke atas rumput, padahal saya sudah mengerem dengan tenaga penuh dan tidak ada lagi ruang bagi saya untuk menghindar."
Kemarahan dan kekecewaan tersebut kembali ditegaskan melalui pernyataan resmi di media sosial semalam. Menurutnya, balapan multi-kelas hanya akan berfungsi dengan baik apabila setiap kompetitor mampu menjaga sikap saling menghormati di atas lintasan tanpa merugikan peserta dari kategori lain.
"Balapan multi-kelas hanya akan berhasil jika semua orang menghormati mobil di sekitar mereka. Hukuman drive-through untuk pelanggaran semacam itu sama sekali tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkannya," tulis pernyataan tersebut. Kerusakan material yang dialami memberikan pukulan telak bagi persiapan musim mendatang, namun ia bertekad untuk bangkit kembali setelah melalui musim yang diwarnai berbagai podium dan raihan pole position perdana.




Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!