Setelah paruh pertama musim yang penuh perjuangan, Honda akhirnya membawa senjata baru. Upgrade mesin yang telah lama dinantikan akan debut di GP Belanda akhir pekan ini, dan pabrikan Jepang itu berharap ini menjadi titik balik bagi Aston Martin.
Kepala insinyur F1 Honda, Shintaro Orihara, memberikan wawasan eksklusif tentang apa yang berubah pada mesin spesifikasi baru tersebut. Fokus utamanya jelas: meningkatkan performa tenaga, yang selama ini menjadi kelemahan terbesar mereka.
"Kelemahan terbesar kami adalah performa tenaga. Jadi kami fokus meningkatkan performa mesin pada mesin baru ini," ungkap Orihara. "Kami juga membangun drivability berdasarkan karakteristik pembakaran yang baru. Kami belajar banyak dari spesifikasi mesin sebelumnya, jadi kami tidak mulai dari nol."

Langkah ini datang setelah Aston Martin membawa paket upgrade besar di Hungaria bulan lalu, yang berhasil memberi peningkatan waktu putaran meski masih tertahan di posisi bawah. Kini, giliran Honda untuk berkontribusi.
Orihara juga menekankan pentingnya masukan pembalap dalam pengembangan. Dengan Fernando Alonso dan Lance Stroll yang terus mendorong tim, Honda berusaha menemukan titik kompromi antara permintaan pembalap dan arah pengembangan pabrik.
"Penting untuk menemukan titik kompromi dalam merespons permintaan atau keluhan pembalap dan bagaimana kami memfokuskan program pengembangan," jelasnya. "Di sisi pabrik, kami fokus pada performa mesin, tetapi di lintasan, kami bisa menyesuaikan parameter untuk meningkatkan drivability atau manajemen energi sesuai permintaan pembalap."
Dengan hanya satu poin yang diraih Aston Martin musim ini—lewat Alonso di Monako—tekanan jelas terasa. Namun, dengan mesin baru ini, harapan untuk bersaing di tengah grid kembali menggelora. Akankah Zandvoort menjadi saksi kebangkitan mereka?



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!