Sirkuit Internasional Lusail kembali menjadi panggung drama yang intens di bawah sorotan lampu buatan saat sesi Practice MotoGP Qatar 2026 berlangsung. Fabio di Giannantonio tampil sebagai aktor utama, memecahkan rekor lap untuk mengunci posisi tercepat di tengah persaingan papan atas yang semakin memanas menjelang penentuan gelar juara dunia.
Di Giannantonio, yang menunggangi motor Ducati, menunjukkan performa klinis begitu ban belakang lunak terpasang di pertengahan sesi. Ia berhasil mencatatkan waktu impresif, mengungguli pemimpin klasemen sementara, Marc Marquez, dengan selisih 0,142 detik. Meskipun sempat mengalami kendala teknis berupa rantai yang terlepas dari motor primernya, Marquez tetap tenang dan kembali ke lintasan dengan motor cadangan untuk mengamankan posisi kedua sekaligus tiket otomatis ke Q2.
Sementara itu, rival terdekat Marquez dalam perebutan gelar, Jorge Martin, berhasil mengatasi rasa sakit pada pergelangan tangan kanannya yang cedera untuk finis di posisi ketujuh. Di sisi lain, Marco Bezzecchi tampil solid dengan mengamankan posisi ketiga, mempertegas dominasi pabrikan asal Borgo Panigale tersebut di lintasan gurun ini.

Sesi ini juga menjadi momen kebangkitan bagi Pecco Bagnaia. Setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan, pembalap Ducati Lenovo ini kembali menemukan ritme balapnya dengan menempati posisi keempat. Sebaliknya, kejutan datang dari Pedro Acosta yang justru terpuruk di posisi ke-14 dan harus berjuang keras melalui babak Q1, sebuah hasil yang cukup mengejutkan bagi pembalap Red Bull KTM tersebut.
Karakteristik Sirkuit Lusail yang menuntut kecepatan di lintasan lurus dan degradasi ban yang tinggi di bawah sorotan lampu terus menjadi tantangan teknis utama. Dengan absennya kuartet Yamaha, persaingan di grid yang hanya berisi 18 pembalap terasa lebih padat dan krusial, di mana setiap kesalahan kecil dapat berakibat fatal pada posisi start untuk balapan utama nanti.
Dengan sesi kualifikasi yang sudah di depan mata, tensi di paddock semakin meningkat. Para pembalap kini harus segera menganalisis data telemetri untuk memastikan performa terbaik, terutama bagi mereka yang harus berjuang ekstra di Q1 demi menjaga asa dalam perebutan poin krusial di seri Qatar ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!