Hankook memperbarui spesifikasi ban gravel kompon keras menjelang Acropolis Rally 2026 setelah ketahanannya mendapat kritik pada Rally Portugal. Versi terbaru ban Dynapro tersebut akan menjalani debut kompetitif di Yunani, ketika temperatur tinggi dan permukaan berbatu kembali menempatkan durabilitas ban sebagai salah satu faktor utama penentu hasil.
Perubahan dilakukan setelah sejumlah pembalap menyampaikan kekhawatiran mengenai ketahanan ban pada putaran Portugal. Masalah ban juga memengaruhi persaingan pada hari terakhir, ketika Sebastien Ogier dan Sami Pajari kehilangan posisi penting akibat kendala yang berkaitan dengan ban. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan kepada Hankook untuk memperbaiki konsistensi produknya sebelum rangkaian reli gravel bersuhu tinggi berikutnya.
Hankook tidak memperkenalkan konstruksi ban yang sepenuhnya baru. Perusahaan asal Korea Selatan itu mempertahankan kompon, konstruksi dasar, dan profil yang digunakan di Portugal, tetapi menyesuaikan ketebalan tapaknya. Perubahan terbatas tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan ban menghadapi abrasi, benturan dengan batu, serta siklus panas yang terjadi dalam special stage panjang.

“Sebenarnya ini merupakan penyetelan yang sangat kecil dari spesifikasi Hankook di Portugal, jadi lebih tepat disebut evolusi daripada ban baru,” kata perwakilan WRC Hankook, Steven Cho.
Ketebalan tapak memiliki pengaruh langsung terhadap ketahanan dan pengelolaan temperatur. Tapak yang terlalu tipis dapat lebih cepat mengalami keausan atau kerusakan ketika terkena batu tajam, sedangkan penambahan material yang berlebihan dapat meningkatkan pergerakan blok ban dan menghasilkan panas lebih tinggi. Hankook karena itu harus mencari keseimbangan antara perlindungan terhadap benturan, konsistensi grip, dan respons kemudi.
“Kompon, konstruksi, dan profilnya tidak berubah. Kami membuat penyesuaian kecil terhadap ketebalan tapak dan, meski perubahannya relatif terbatas, kami melihat peningkatan berarti pada performa serta konsistensi secara keseluruhan,” jelas Cho.
Waktu validasi sebelum debut kompetitifnya tergolong singkat. Tim-tim WRC telah menggunakan spesifikasi terbaru dalam pengujian pra-event selama sepekan terakhir, memberi Hankook kesempatan mengumpulkan data mengenai temperatur, tingkat keausan, deformasi, dan ketahanan terhadap benturan. Namun, kondisi reli sebenarnya akan menghadirkan kombinasi kecepatan, debu, batu lepas, dan jalan rusak yang lebih sulit direplikasi secara penuh dalam tes.
Acropolis menjadi ujian yang tepat karena dikenal memiliki special stage kasar dan berbatu. Temperatur tinggi dapat meningkatkan tekanan serta suhu internal ban, sementara batu tajam dan permukaan yang pecah menciptakan risiko kerusakan pada tapak maupun dinding samping. Pembalap juga harus menentukan kapan mengejar waktu dan kapan mengurangi kecepatan untuk menjaga ban sampai akhir stage.
Strategi ban akan berpengaruh pada persaingan antara Toyota Gazoo Racing World Rally Team, Hyundai, dan M-Sport Ford. Tim harus mempertimbangkan pilihan jumlah ban cadangan, tekanan awal, serta pengelolaan kendaraan pada bagian jalan yang paling kasar. Membawa lebih banyak ban cadangan memberi perlindungan lebih besar, tetapi tambahan bobot dapat mengurangi akselerasi dan meningkatkan beban pada mobil.
Pembaruan Hankook tidak akan sepenuhnya menghilangkan risiko puncture karena kerusakan juga dipengaruhi oleh posisi mobil di jalan, pilihan racing line, tekanan ban, dan kekuatan benturan. Namun, konsistensi spesifikasi baru akan menentukan apakah pembalap dapat menekan dengan keyakinan lebih tinggi tanpa menghadapi penurunan performa seperti yang terlihat di Portugal.
Bagi Ogier dan Pajari, Acropolis juga menjadi kesempatan menilai apakah revisi tersebut telah mengatasi masalah yang menghambat mereka pada putaran sebelumnya. Keduanya membutuhkan ban yang mampu mempertahankan struktur serta grip sepanjang stage agar kecepatan mobil tidak dikompromikan oleh strategi konservatif atau kebutuhan mengganti roda.
Debut di Yunani akan memberikan data pertama dari kondisi kompetisi penuh sebelum WRC melanjutkan rangkaian gravel berikutnya. Apabila perubahan ketebalan tapak menghasilkan peningkatan ketahanan tanpa mengurangi grip, Hankook dapat mempertahankan dasar spesifikasi tersebut. Jika persoalan kembali muncul, pabrikan harus melanjutkan pengembangan menjelang Rally Estonia dan fase berikutnya musim 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!