Dua dekade telah berlalu sejak Lewis Hamilton pertama kali mendapat kabar bahwa ia akan naik ke Formula 1. Momen itu terjadi di grid Grand Prix Italia 2006, ketika Ron Dennis, bos McLaren kala itu, secara langsung memberitahukan bahwa Hamilton akan menjadi tandem Fernando Alonso pada musim 2007.
Kabar itu datang tak lama setelah Hamilton memastikan gelar GP2 (kini Formula 2) pada percobaan pertamanya. Namun, perjalanan menuju kursi F1 itu nyaris berakhir sebelum benar-benar dimulai. Pada 2005, kontrak junior Hamilton dengan McLaren sempat putus setelah terjadi perselisihan besar antara ayahnya, Anthony Hamilton, dan Martin Whitmarsh, yang saat itu menjabat chief operating officer McLaren.
Whitmarsh, dalam wawancara dengan BBC pada 2020, mengungkapkan bahwa ia memiliki "pertengkaran besar" dengan ayah Hamilton. Pihak tim merasa Hamilton lebih baik menjalani satu tahun lagi di Formula 3 sebelum naik ke GP2. "Lewis mulai mendapatkan perhatian dan ayahnya merasa ada opsi lain," ujar Whitmarsh. "Pada akhirnya, saya merobek kontrak itu. Sekitar enam minggu kemudian Lewis menelepon saya dan kami menandatangani ulang."

Hamilton pun kembali membalap di Formula 3 bersama ASM, tim yang didirikan oleh bos Ferrari saat ini, Frederic Vasseur. Ketika akhirnya naik ke GP2 pada 2006, ia bergabung dengan ART Grand Prix, tim saudara ASM. Di Grand Prix Belanda pekan lalu, Hamilton mengenang kembali masa sulit itu dan hubungan lamanya dengan Vasseur.
"Saya bekerja dengan Fred di Formula 3 pada 2005," kata Hamilton kepada media, termasuk Motorsport Week. "Itu adalah periode yang menarik dalam hidup saya. Seperti anak muda lainnya, saya sangat ingin segera masuk F1, tidak pernah tahu kapan kesempatan itu datang. Saya menelepon Martin Whitmarsh setiap minggu, bertanya kapan saya bisa naik ke mobil."
"Pada 2005, ketika GP2 muncul, saya mendorong untuk pindah ke sana karena saya pikir ada peluang menang di musim pertama. Kami justru keluar dari kontrak, yang cukup gila. Saya kehilangan kesepakatan dengan McLaren pada saat itu, yang merupakan salah satu periode paling menantang dalam hidup saya, dan berhasil memenangkan balapan berikutnya di Formula 3, lalu mendapatkan kontrak itu kembali."
Kemenangan Hamilton di GP2 Monza 2006 menjadi tiketnya menuju F1. Pekan ini, tepat 20 tahun sejak pengumuman tersebut, Hamilton mengenang momen itu dengan penuh makna. "Saya ingat tes pertama dengan Fred di Jerez, dan kembali melihat reaksinya yang sangat positif. Saya tahu semua yang dia lihat akan disampaikan ke Ron," tutupnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!