Lewis Hamilton mengakui bahwa peluangnya untuk meraih gelar juara dunia Formula 1 2026 praktis sudah tertutup setelah ia gagal finis di Grand Prix Spanyol. Pebalap Ferrari itu terpaksa menghentikan mobilnya pada putaran ketujuh akibat masalah rem saat balapan perdana F1 di Madrid.
Insiden tersebut menghancurkan rekor impresif Hamilton yang selalu menyelesaikan setiap putaran balapan di musim 2026 sebelum Madrid. Keandalan itu sempat menjadi modalnya sebagai kuda hitam dalam perebutan gelar, meski ia sudah tertinggal 76 poin dari Andrea Kimi Antonelli sebelum balapan dimulai.
Namun, dengan Antonelli yang kini mengoleksi delapan kemenangan dari 14 balapan, Hamilton semakin terpuruk. Pebalap Mercedes itu kini unggul 101 poin atasnya dengan sembilan balapan tersisa. Jarak itu bisa menyusut menjadi delapan balapan jika dua seri terakhir di Timur Tengah, Qatar dan Abu Dhabi, harus dibatalkan akibat konflik yang masih berlangsung di Iran. Jika itu terjadi, F1 berencana menggelar balapan penutup musim di Imola pada awal Desember.

Ketika ditanya apakah Antonelli sekarang tampak "sulit dihentikan", Hamilton mengakui kepada Sky Sports F1: "Tidak ada yang bisa menghentikan dia dan Mercedes tahun ini. Saya pikir mereka telah melakukan pekerjaan yang fenomenal dan mereka pantas mendapatkannya."
Menjelaskan kegagalan rem yang mengakhiri balapannya, Hamilton mengatakan: "Saat pengereman ke Tikungan 5, saya menginjak rem, mobil mulai melambat, lalu pedalnya berubah dan mobil tidak melambat secepat biasanya. Saya membawa kecepatan tinggi dan... menyentuh pembatas. Setelah itu, pedalnya kembali normal, tapi beberapa tikungan kemudian pedalnya kembali panjang. Saya tidak benar-benar tahu dari mana masalah itu datang."
Hamilton juga harus bersiap menghadapi balapan berat di Grand Prix Azerbaijan mendatang. Sirkuit Baku dengan trek lurusnya yang panjang diperkirakan akan menyoroti defisit tenaga Ferrari dibanding Mercedes. "Di sana trek lurusnya panjang, jadi saya tidak tahu apa yang bisa diharapkan, tapi saya akan memberikan segalanya," ujarnya. "Mercedes akan sangat kuat di sana."
Dengan performa Mercedes yang mendominasi dan Ferrari yang masih tertinggal, misi Hamilton untuk meraih gelar kedelapan kini nyaris mustahil. Kini fokusnya beralih ke upaya bangkit di sisa musim, meski tantangan teknis dan jarak poin yang lebar membuatnya harus realistis.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!