Pembalap Alpine, Franco Colapinto, akhirnya mengeluarkan pernyataan paling tegas sepanjang kariernya untuk meminta para pendukung asal Argentina menghentikan tindakan pelecehan daring yang semakin mengkhawatirkan. Sepanjang kalender balap Formula 1 musim 2026 ini, ketegangan digital kerap mencuat usai rangkaian grand prix yang penuh drama di berbagai sirkuit dunia, yang kemudian memicu reaksi negatif berlebihan dari oknum suporter fanatik di dunia maya.
Gelombang komentar kebencian dilaporkan sempat menyasar sejumlah figur penting di paddock, termasuk para pengawas balapan FIA, pembalap Pierre Gasly beserta keluarganya, hingga rival papan atas seperti Lando Norris. Situasi toksik ini memaksa manajemen tim yang berbasis di Enstone tersebut untuk berulang kali merilis pernyataan resmi demi meredam amarah suporter yang salah arah dan menjaga sportivitas di lintasan.
Sebelumnya dalam beberapa kesempatan, pembalap muda berbakat asal Amerika Latin itu sempat melontarkan komentar yang terkesan melunak ketika membahas perang jejaring sosial. Usai insiden senggolan di tikungan pertama pada balapan sebelumnya, ia sempat berargumen bahwa aksi penyerangan digital tidak hanya dilakukan oleh suporter negaranya saja, melainkan juga datang dari berbagai basis penggemar global lainnya yang turut melancarkan kritik pedas tanpa henti.

Namun, dalam sebuah video berbahasa Spanyol yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, sang pembalap akhirnya meluruskan sikap dan mendesak para pendukung setianya untuk segera menghentikan tindakan merusak tersebut. Ia mengakui bahwa dirinya sangat beruntung dan bersyukur atas dukungan masif yang diberikan sejak hari pertama, namun ia menegaskan bahwa batas toleransi kini telah terlewati jauh oleh tindakan oknum suporter yang menyerang rekan seprofesi.

Dalam pesan mendalam tersebut, pemuda berusia 23 tahun itu secara terbuka menyatakan bahwa tindakan menyerang mekanik, insinyur, rekan setim, maupun pembalap lain sama sekali tidak mencerminkan dukungan yang sehat. Alih-alih membela kariernya, tindakan menyerang pihak lain justru dinilai merugikan masa depan sang pembalap sendiri di ajang balap jet darat paling bergengsi di dunia ini.
Berbicara mengenai situasi internalnya, masa depan jangka panjang sang pembalap muda sebenarnya sudah berada di jalur aman setelah berhasil mengamankan perpanjangan kontrak bersama skuad pabrikan Prancis tersebut untuk musim kompetisi 2027 mendatang. Saat ini, ia masih berjuang keras menempati peringkat ke-12 dalam klasemen sementara kejuaraan dunia Formula 1 musim 2026 dengan koleksi 27 poin penting.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!