Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem menegaskan keyakinannya bahwa rangkaian balapan penutup musim Formula 1 di kawasan Timur Tengah akan tetap berjalan sesuai rencana di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Spekulasi sempat mencuat mengenai nasib Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi menyusul eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang sebelumnya turut berdampak pada pembatalan sejumlah agenda balap di kawasan tersebut.
Kendati demikian, diskusi mengenai potensi pembatalan kedua seri krusial tersebut dilaporkan telah mereda dalam beberapa pekan terakhir. F1 sebelumnya sempat menyiapkan rencana cadangan untuk memindahkan seri pemungkas ke Sirkuit Imola jika situasi keamanan memburuk, namun opsi utama untuk mempertahankan Qatar dan Abu Dhabi kini tetap menjadi prioritas utama penyelenggara kejuaraan.
Dalam keterangannya kepada media termasuk Motorsport.com, Ben Sulayem menyatakan bahwa dirinya merasa aman dan tidak akan menempatkan keluarganya dalam risiko jika situasi di Uni Emirat Arab dinilai berbahaya. Ia menekankan bahwa realitas di lapangan kerap kali berbeda dari apa yang diberitakan secara luas oleh media internasional dan televisi global.

"Mereka baik-baik saja. Satu hal yang ingin saya katakan, saya memiliki anak-anak saya di sana — apakah Anda pikir saya akan membiarkan mereka tinggal di sana, dan saya berada di sini sekarang bersama Anda?" ujar Ben Sulayem menegaskan rasa amannya di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keselamatan staf FIA juga menjadi prioritas utamanya, dan ia tidak akan mengerahkan para pekerja jika ancaman nyata benar-benar mengintai. Meskipun tidak dapat memprediksi masa depan secara mutlak, ia memastikan bahwa saat ini tidak ada indikasi hambatan dan kedua balapan tersebut dipastikan akan tetap berlangsung.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!