SPONSORED

FIA Kecam Serangan ke Steward Usai Penalti Colapinto

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
FIA Kecam Serangan ke Steward Usai Penalti Colapinto
TO NEWS OVERVIEW
Franco Colapinto fans weren't happy after his Dutch Grand Prix penalties. Image: Kym Illman/Pro Star Pics

FIA angkat bicara setelah para steward mendapat serangan dan ancaman daring usai Grand Prix Belanda. Keputusan penalti terhadap Franco Colapinto dan Arvid Lindblad memicu reaksi keras, termasuk dari sponsor pembalap Williams tersebut.

Colapinto dijatuhi drive-through penalty karena menyalip Yuki Tsunoda saat bendera kuning ganda di lap pembuka Zandvoort. Lindblad, pebalap Racing Bulls, menerima hukuman serupa untuk pelanggaran terpisah. Insiden bermula dari kecelakaan Max Verstappen di tikungan terakhir yang memicu puing di lintasan.

Colapinto menyebut hukuman itu "sangat berat", sementara Lindblad juga mempertanyakan kerasnya sanksi. Namun, kedua penalti diterapkan berdasarkan regulasi yang mengatur overtake di bawah bendera kuning ganda. Kritik semakin memuncak setelah Sean Summers, chief marketing officer sponsor Colapinto, Mercado Libre, menyerang steward secara terbuka.

Madring Circuit Passes First Test Ahead of F1 Debut in Madrid
Read AlsoMadring Circuit Passes First Test Ahead of F1 Debut in Madrid

"Steward membunuh integritas F1. Musim ini mereka terbukti buruk dan memengaruhi hasil balapan," tulis Summers. "Inkompetensi? Ketidakjujuran? Keduanya? Ada yang serius rusak dalam budaya organisasi itu." Kritik tersebut diikuti pesan kasar dan ancaman yang ditujukan kepada steward secara daring, mendorong FIA merespons lewat inisiatif United Against Online Abuse.

ADVERTISEMENT

"Menyusul Grand Prix Belanda, steward FIA menjadi sasaran pelecehan daring setelah menerapkan sanksi olahraga sesuai regulasi FIA," demikian pernyataan resmi FIA. "Koalisi United Against Online Abuse mengutuk segala bentuk pelecehan dan intimidasi. Ketidaksetujuan terhadap keputusan adalah bagian dari olahraga, tetapi tidak pernah membenarkan ancaman atau serangan pribadi."

Program tersebut diluncurkan pada 2023 setelah seorang steward mendapat perlakuan serupa pasca Grand Prix Amerika Serikat. FIA menekankan pentingnya rasa hormat dan tanggung jawab dalam menyikapi keputusan balapan, baik daring maupun luring. Kasus ini menambah daftar panjang insiden pelecehan yang melibatkan pebalap, tim, dan ofisial dalam setahun terakhir.

Sebelumnya, pebalap Australia Jack Doohan mengungkapkan menerima ancaman pembunuhan selama membela Alpine pada 2025, termasuk sebelum Grand Prix Miami. Ia mengaku mendapat email berisi ancaman akan memotong seluruh anggota tubuhnya jika masih bertahan di kokpit hingga balapan tersebut.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU