SPONSORED

FIA Jelaskan Alasan Lap Formasi di Belakang Safety Car Usai Kritik Pembalap F1 di GP Belanda

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
FIA Jelaskan Alasan Lap Formasi di Belakang Safety Car Usai Kritik Pembalap F1 di GP Belanda
TO NEWS OVERVIEW
FIA Jelaskan Alasan Lap Formasi di Belakang Safety Car Usai Kritik Pembalap F1 di GP Belanda

Kekacauan di awal Grand Prix Belanda Formula 1 di Zandvoort memicu perdebatan sengit di paddock. Beberapa pembalap menilai prosedur start yang dipilih FIA membuat mereka kesulitan menghangatkan ban, dan hal itu berujung pada insiden besar. Kini, FIA buka suara menjelaskan keputusan tersebut demi alasan keselamatan.

Hujan yang turun saat prosedur grid membuat Max Verstappen kehilangan kendali di tikungan terakhir pada lap pertama. Pebalap Red Bull itu mengakui kesalahannya, tapi banyak yang bertanya: mengapa start dilakukan dengan cara yang menurut para pembalap kurang ideal?

Menurut Pierre Gasly, para pembalap sebenarnya bisa memanaskan ban lebih efektif jika lap formasi dilakukan tanpa safety car. "Kalau kami melakukannya dengan satu lap di belakang safety car dan start berdiri, saya lebih suka melakukan out-lap normal saja, supaya kami bisa melaju lebih cepat," ujarnya. Gasly menambahkan bahwa seharusnya FIA memilih antara rolling start di belakang safety car atau standing start dengan lap formasi normal.

FIA explains safety car formation lap after F1 driver criticism at Dutch GP
Read AlsoFIA explains safety car formation lap after F1 driver criticism at Dutch GP

Liam Lawson, yang menggantikan posisi di Red Bull, sependapat. Ia bahkan mengaku sudah menduga akan terjadi kekacauan sebelum start. "Saya pikir keputusan itu kurang tepat. Kami butuh lebih banyak putaran untuk memanaskan ban, terutama di bagian trek yang masih basah," kata Lawson.

ADVERTISEMENT

FIA kemudian menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan lap formasi di belakang safety car diambil karena kondisi lintasan yang dinilai terlalu berbahaya untuk dilewati dengan kecepatan penuh. Bagian tikungan terakhir masih sangat basah, dan safety car memberikan kontrol lebih bagi pembalap untuk melewati area tersebut dengan aman.

Meski demikian, kritik tetap datang. Banyak yang menilai prosedur ini justru menciptakan risiko baru, karena ban tidak cukup panas saat start berdiri. Hal ini diperparah dengan keputusan sebagian besar pembalap untuk start dengan ban slick, mengingat sebagian besar lintasan sudah kering.

Insiden di tikungan terakhir juga nyaris melibatkan Gabriel Bortoleto yang hampir menabrak dinding, dan Nico Hulkenberg yang nyaris menabrak Bortoleto dari belakang. "Saya melihat asap tebal di depan, saya mencoba menghindar, tapi saya ikut kehilangan traksi," cerita Bortoleto.

ADVERTISEMENT

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi FIA dan pembalap. Evaluasi prosedur start di masa depan akan menjadi topik hangat dalam pertemuan komisi balap berikutnya. Satu hal yang pasti, keputusan apa pun yang diambil, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU