SPONSORED

Fermin Aldeguer Alami Patah Tangan Kanan Usai Insiden GP Indonesia 2026

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Fermin Aldeguer Alami Patah Tangan Kanan Usai Insiden GP Indonesia 2026
TO NEWS OVERVIEW
Fermin Aldeguer Alami Patah Tangan Kanan Usai Insiden GP Indonesia 2026

Musim kompetisi 2026 kembali memberikan cobaan berat bagi Fermin Aldeguer setelah pembalap muda berbakat tersebut dipastikan mengalami cedera serius berupa patah tulang pada bagian tangan kanannya. Insiden nahas ini terjadi akibat kecelakaan yang menimpa sang pembalap pada fase awal balapan Grand Prix Indonesia akhir pekan kemarin.

Kecelakaan di Sirkuit Mandalika tersebut langsung memaksa tim medis melakukan pemeriksaan intensif. Berdasarkan hasil diagnosis awal, benturan keras saat terjatuh membuat struktur tulang tangan kanan pembalap asal Spanyol itu mengalami keretakan parah yang membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut sesegera mungkin.

Dilansir dari FormulaPassion, pihak kejuaraan dunia balap motor grand prix mengonfirmasi bahwa sang rider andalan skuad Gresini Racing itu harus segera meninggalkan lokasi balapan dan terbang kembali ke benua Eropa untuk menjalani prosedur operasi pembedahan dalam waktu dekat.

Marco Bezzecchi Claims Historic 300th Italian MotoGP Win at Mandalika 2026
Read AlsoMarco Bezzecchi Claims Historic 300th Italian MotoGP Win at Mandalika 2026

Keputusan cepat untuk pulang ke Eropa diambil agar proses pemulihan bisa berjalan secara optimal. Tim dokter menargetkan tindakan operasi dapat segera dilaksanakan sekembalinya ia ke tanah kelahiran, dengan harapan besar agar proses rehabilitasi berjalan lancar demi mengejar target kembali turun ke lintasan balap pada seri Grand Prix Australia di Phillip Island dalam dua pekan mendatang.

ADVERTISEMENT

Deretan nasib sial memang seolah tidak pernah berhenti menghantui perjalanan karier sang pembalap sepanjang kalender balap musim 2026 ini. Sebelumnya, ia sudah terpaksa absen melewatkan empat seri balapan utama serta seluruh rangkaian sesi pengujian pramusim akibat berbagai masalah fisik yang mendera.

Masa-masa sulit tersebut bermula sejak awal tahun ketika ia mengalami kecelakaan parah yang mengakibatkan patah tulang pada bagian diafisi femur kirinya, sebuah cedera berat yang membuatnya harus menepi cukup lama sebelum akhirnya bisa kembali mengaspal pertama kalinya di sirkuit Goiania.

Belum cukup sampai di situ, ujian kembali datang ketika ia mendapati dirinya mengalami insiden terpisah di Assen yang berujung pada cedera patah tulang vertebra T7. Akibat akumulasi masalah kesehatan tersebut, ia terpaksa melewatkan tiga seri penting secara beruntun meliputi balapan di Belanda, Jerman, hingga seri klasik di Inggris.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU