MotoGP, Sportrik Media - Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team mencetak pole position MotoGP Amerika Serikat 2026 di COTA dengan rekor lap baru, memperkuat momentum setelah performa impresif di Brasil.
Pembalap Ducati tersebut mematahkan rekor lap sebelumnya yang dipegang Maverick Vinales sejak 2024 dengan selisih lebih dari tujuh persepuluh detik. Catatan waktu tersebut dicapai pada lap penultimate dalam sesi kualifikasi berdurasi 15 menit, menegaskan peningkatan signifikan dalam performa satu lap.
Hasil ini juga menjadikan Di Giannantonio satu-satunya pembalap Ducati yang mengisi baris terdepan, dengan keunggulan 0,193 detik atas pemimpin klasemen sementara Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing. Konsistensi kecepatan Ducati tetap terlihat, namun distribusi performa antar pembalap menjadi pembeda dalam sesi ini.

“Tim melakukan pekerjaan luar biasa kemarin karena kami melakukan perubahan besar untuk pagi ini dan mereka memahami dengan tepat apa yang saya butuhkan untuk lebih cepat. Saya sangat berterima kasih kepada mereka.”
“Lap ini adalah lap paling dinamis dalam hidup saya. Ini adalah lap dengan seluruh hati saya. Saya harus sangat senang, tetapi kami juga harus tetap fokus.”
Bezzecchi, yang memburu kemenangan kelima secara beruntun, tetap melihat hasil ini sebagai posisi strategis meskipun gagal meraih pole. Ia menekankan fleksibilitas pilihan ban belakang untuk Sprint, mengingat karakter lintasan COTA yang berubah sepanjang hari.
“Saya puas dengan lap cepat. Memang belum cukup untuk pole, tetapi berada di baris depan sangat penting.”
“Kami akan melihat untuk Sprint karena kedua opsi ban belakang bisa digunakan, baik untuk balapan panjang maupun Sprint.”
Namun demikian, posisi start Bezzecchi masih berpotensi berubah. Ia bersama Marc Marquez dan Ai Ogura sedang dalam investigasi steward FIM terkait dugaan pelanggaran slow riding di racing line.
Insiden ini berkaitan dengan situasi di mana Marquez terlihat terganggu oleh Bezzecchi pada run awal, dengan gestur protes di lintasan. Meski demikian, Bezzecchi menyatakan tidak menyadari keberadaan Marquez di belakangnya.
“Sejujurnya saya tidak tahu tentang Marc. Saya tidak melihatnya.”
Marquez sendiri mengakhiri sesi di posisi keenam, namun juga berada dalam penyelidikan terpisah karena diduga menghambat Enea Bastianini. Sementara itu, Francesco Bagnaia menunjukkan frustrasi di belakang Ogura dalam sesi yang sangat kompetitif.
Di posisi ketiga, Pedro Acosta dari KTM tampil solid tanpa kesalahan, mengamankan start baris depan dan menjaga peluang kuat untuk Sprint.
“Target pertama tercapai, kualifikasi yang bagus. Sekarang saatnya mengevaluasi semuanya dengan tim dan melihat di mana kami bisa kompetitif serta menyusun strategi terbaik.”
Dengan performa kuat dari Ducati dan Aprilia, serta KTM yang tetap kompetitif, Sprint Race sepanjang 10 lap di COTA diprediksi berlangsung ketat. Hasil kualifikasi ini menjadi fondasi strategis penting dalam perebutan poin kejuaraan, sebelum memasuki balapan utama yang akan menentukan arah persaingan menuju seri berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!