George Russell mengakui bahwa keterpurukannya di Formula 1 musim 2026 bukan disebabkan oleh persaingan gelar juara dunia, melainkan standar performa pribadinya yang belum memenuhi harapan di garasi Mercedes.
Musim 2026 berjalan sangat berat bagi pembalap asal Inggris tersebut. Di saat rekan setim mudanya, Andrea Kimi Antonelli, melaju mulus menuju potensi gelar juara dunia, Russell justru dihadapkan pada rentetan masalah teknis, nasib sial, dan mobil yang kurang bersahabat dengan gaya balapnya.
Menjelang rangkaian balapan akhir pekan di Circuit of the Americas, Austin, Texas, sang pembalap memilih untuk melakukan refleksi diri yang mendalam alih-alih menyalahkan anggota tim atau para insinyur pabrikan Brackley.

"Ini adalah musim yang sangat unik. Musim ini telah banyak menguji karakter dan ketahanan saya, dan Anda tahu, harus berkali-kali melihat ke cermin dan memikirkan bagaimana saya ingin bangkit dari pukulan-pukulan ini," ujar Russell kepada para jurnalis saat sesi jumpa pers hari Kamis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketakutan terbesar dalam benaknya bukanlah melihat selisih poin di klasemen kejuaraan, melainkan bagaimana menemukan kembali kecepatan terbaiknya di atas lintasan.
"Hal-hal yang membuat saya terjaga di malam hari bukanlah fakta kejuaraan, melainkan performa saya yang tidak berada di tempat yang saya inginkan, dan rasanya seperti, bagaimana saya akan mengembalikan performa saya ke tingkat yang saya tahu mampu saya capai?" ungkapnya.

Dilansir dari Motorsport.com, ketangguhan mental ini menjadi kunci bagi Russell untuk mengendalikan aspek-aspek yang bisa ia kontrol di sisa kalender balap musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!