Formula 1, Sportrik Media - Esteban Ocon mengungkapkan tekanan teknis yang kini harus dihadapi pembalap Formula 1 setelah sesi kualifikasi Grand Prix Australia 2026 di Sirkuit Albert Park. Pembalap tim Haas itu menyebut kepalanya “seperti akan meledak” akibat kompleksitas pengelolaan energi yang diperkenalkan dalam regulasi baru musim ini.
Ocon akan memulai balapan dari posisi ke-13 di grid, satu tempat di belakang rekan setimnya Oliver Bearman. Sesi kualifikasi di Melbourne menjadi salah satu contoh pertama bagaimana regulasi power unit generasi baru memberikan tantangan besar bagi pembalap dalam mengelola energi sepanjang satu lap.
Sejumlah pembalap di grid menyampaikan kritik terhadap sistem pemulihan energi yang kini memainkan peran jauh lebih besar dalam performa mobil. Bahkan tim papan atas seperti McLaren, yang menggunakan power unit dari Mercedes, juga mengalami kesulitan beradaptasi dengan karakter mobil baru tersebut.

Sirkuit Albert Park sendiri dianggap sebagai salah satu lintasan paling menantang untuk manajemen energi. Karakter trek dengan lintasan lurus panjang dan relatif sedikit zona pengereman keras membuat proses pemulihan energi menjadi lebih sulit dibanding sirkuit lain di kalender.
Menurut Ocon, kondisi tersebut membuat pembalap harus melakukan berbagai teknik berkendara yang tidak alami demi menyesuaikan diri dengan regulasi baru.
“Saya rasa kami tidak lagi sebebas sebelumnya untuk melakukan apa yang ingin kami lakukan di mobil,” ujar Ocon kepada sejumlah media.
“Kami harus melakukan hal-hal yang terasa sangat artifisial hanya untuk membuat regulasi ini bekerja, dan di situlah masalahnya saat ini.”
Meski demikian, Ocon juga menilai ada beberapa aspek positif dari mobil generasi baru Formula 1. Dari sisi karakter berkendara, mobil terasa lebih nyaman dan memberikan sensasi yang berbeda dibanding mobil musim sebelumnya.
“Mobilnya sebenarnya lebih nyaman dikendarai. Memang tidak secepat tahun lalu, tetapi sensasinya lebih menyenangkan dan mobil lebih mudah meluncur sedikit,” jelasnya.
Menurutnya, karakter tersebut bahkan mengingatkan pada gaya berkendara mobil Formula 1 era 2020.
“Rasanya sedikit lebih mirip dengan mobil sekitar tahun 2020 dari sisi gaya mengemudi,” tambahnya.
Namun Ocon menegaskan bahwa kompleksitas terbesar berasal dari pengelolaan mesin dan sistem energi yang kini memiliki pengaruh besar terhadap waktu lap.
Ia memberikan contoh bagaimana kesalahan kecil dalam penggunaan throttle dapat langsung berdampak besar terhadap performa satu lap.
“Misalnya jika Anda terlalu cepat membuka throttle saat keluar dari Tikungan 6, Anda bisa kehilangan dua hingga tiga persepuluh detik dalam satu lap. Itu seharusnya tidak terjadi,” kata Ocon.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah parameter yang harus dipantau oleh pembalap kini jauh lebih banyak dibanding sebelumnya.
“Sejak awal akhir pekan, kepala saya sudah seperti akan meledak karena semua hal yang harus dipikirkan. Dan sekarang rasanya masih seperti akan meledak — terlalu banyak hal yang terjadi,” ujarnya.
Terlepas dari tantangan regulasi baru tersebut, Ocon merasa sesi kualifikasinya sendiri menyisakan peluang yang sebenarnya bisa menghasilkan posisi lebih baik di grid.
Menurutnya, kesalahan pada percobaan terakhir membuatnya kehilangan kesempatan untuk menembus sesi Q3.
“Dari yang saya dengar dari para engineer, mereka mengatakan bahwa kami kehilangan beban di bagian belakang mobil pada run terakhir,” jelas Ocon.
Ia mengaku sudah merasakan perubahan tersebut pada sektor terakhir saat lap terbaiknya, tetapi masalah tersebut kemudian terasa sepanjang lap pada percobaan terakhirnya.
“Saya sekitar tujuh persepuluh detik lebih lambat dari seharusnya. Jadi sebenarnya masih ada potensi yang bisa dicapai, mungkin bahkan peluang masuk Q3 jika peningkatannya normal dari satu run ke run berikutnya,” katanya.
Ocon menyebut hasil tersebut sebagai peluang yang terlewatkan, dan tim kini akan melakukan analisis lebih lanjut untuk memahami penyebab masalah tersebut.
“Itu adalah peluang yang hilang. Kami perlu melihat lebih jauh dan memahami apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pada run terakhir mobilnya mengalami ketidakstabilan di hampir setiap tikungan.
“Mobil terasa tidak stabil di setiap tikungan. Itu tidak terjadi pada awal sesi kualifikasi, jadi mungkin ada sesuatu yang mengalami degradasi atau bahkan ada komponen yang rusak. Kami masih belum tahu,” tutup Ocon.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!