Elfyn Evans menilai situasi perebutan gelar WRC 2026 belum banyak berubah meski menjalani Acropolis Rally Greece yang frustratif dan kehilangan peluang poin lebih besar.
Pembalap Toyota itu berusaha membatasi kerugian di Yunani setelah harus membuka jalan pada Jumat, kondisi yang memberi disadvantage besar karena ia menyapu permukaan gravel untuk rival-rival di belakangnya.
Evans menjalani reli dengan pendekatan terukur pada Sabtu, tetapi puncture di stage terakhir menjatuhkannya dari posisi kelima ke ketujuh secara keseluruhan. Masalah kembali muncul pada Minggu ketika puncture kedua merusak peluangnya untuk meraih tambahan poin besar dari Super Sunday.

Namun, penalti waktu pasca-event untuk beberapa rival mengangkat Evans kembali ke posisi kelima dalam klasifikasi akhir. Poin itu menjadi penting karena pesaing terdekatnya, Takamoto Katsuta, finis ketiga dan tetap memberi tekanan dalam klasemen.
Evans kini memimpin kejuaraan dengan keunggulan 11 poin, tetapi ia menolak menilai situasi klasemen secara berlebihan pada fase ini.
“Itu sebenarnya tidak berarti banyak. Tentu, ini akhir pekan yang buruk dari sisi poin, tetapi ini masih awal, jadi saat ini tidak terlalu berarti,” kata Evans.
Putaran berikutnya akan membawa WRC ke dua reli gravel cepat, dimulai dari Rally Estonia, di mana Evans kembali harus membuka jalan. Ia menilai dampak posisi start akan sangat bergantung pada cuaca dan karakter stage hari pertama.
“Itu sangat bergantung pada cuaca. Ini jelas event yang sangat berbeda. Jika sangat kering, membuka jalan juga bisa berat di sana. Banyak juga bergantung pada stage mana yang dijadwalkan untuk hari pertama,” ujarnya. Evans menegaskan fokus utamanya adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum performa di hari kompetisi menentukan hasil akhir.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!