Elfyn Evans menegaskan dirinya tidak akan panik setelah insiden ban yang merusak peluangnya di reli Chile. Pembalap Toyota itu mengalami pungsi ban pada stage kedua dari terakhir, yang membuatnya kehilangan posisi kedua dan terpuruk ke peringkat kelima.
Evans sebelumnya tampil impresif dan berada di jalur untuk finis kedua. Namun, nasib berkata lain. Pungsi ban menghancurkan harapannya, dan ia harus melihat rival-rivalnya melesat. Rekan setimnya, Sebastien Ogier, pembalap Hyundai Adrien Fourmaux, dan rival terdekatnya di klasemen, Sami Pajari, semuanya melewatinya.
“Kami mencoba untuk menjadi secepat mungkin. Kami melakukan semua yang kami bisa. Segalanya terlihat cukup baik pagi ini, tapi sayangnya, hal-hal seperti ini terjadi,” ujar Evans saat finis di stage terakhir.

Meski kecewa, Evans tetap tenang. Ia menegaskan bahwa timnya akan segera mengevaluasi situasi kejuaraan. “Kami melakukan apa yang kami bisa akhir pekan ini dan kami akan menilai kembali situasi kejuaraan besok. Ini akan menjadi bisnis seperti biasa di reli berikutnya,” tambahnya.
Evans berhasil menyelamatkan beberapa poin. Pungsi ban membuatnya kehilangan poin Super Sunday, tetapi ia finis tercepat kedua di Power Stage. Hanya pemenang reli, Oliver Solberg, yang lebih cepat darinya. Poin tambahan ini bisa menjadi penyelamat di akhir musim nanti.
Sami Pajari, yang memanfaatkan kemalangan rekan setimnya, tetap tenang. Jarak antara keduanya kini menjadi 17 poin, turun dari 20 poin sebelum Chile. Kemenangan Solberg juga membuatnya semakin dekat, kini hanya terpaut 21 poin. Persaingan gelar semakin memanas dengan dua reli tersisa musim ini.
“Dalam olahraga ini, segalanya bisa berubah dengan cepat. Pertarungan masih sepenuhnya terbuka,” ujar Pajari. Dengan sisa dua reli, perebutan gelar juara dunia reli akan menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!