Marc Marquez akhirnya memimpin klasemen MotoGP 2026 untuk pertama kalinya. Namun, kubu Ducati enggan menyebutnya sebagai favorit juara. Manajer tim, Davide Tardozzi, menegaskan bahwa pertarungan gelar masih terbuka lebar.
Marquez meraih kemenangan kelima musim ini di Misano, menyapu bersih dua balapan akhir pekan. Hasil itu membawanya ke puncak klasemen, menggeser Jorge Martin yang finis kelima akibat masalah arm pump. Marco Bezzecchi juga terjatuh, membuat Marquez memanfaatkan situasi.
Meski kini memimpin, Tardozzi mengingatkan bahwa masih ada delapan balapan tersisa. Ia menekankan bahwa Aprilia dan Martin masih ancaman serius. "Tidak ada favorit saat ini," ujarnya kepada MotoGP.com. "Kejuaraan akan berlangsung hingga akhir."

Pernyataan Tardozzi mencerminkan sikap hati-hati Ducati. Meskipun Marquez telah membalikkan defisit 102 poin sejak Mei, tim tetap waspada. Mereka tahu ada sirkuit di mana Aprilia lebih cepat. Strategi poin maksimal saat tidak dominan menjadi kunci.
Ducati juga kini memimpin klasemen konstruktor, unggul dua poin atas Aprilia. Namun, Tardozzi menegaskan bahwa fokus utama adalah membantu Marquez meraih poin sebanyak mungkin. Ia memuji pengalaman Marquez yang dianggap lebih matang dari tim.
Marquez sendiri mengaku senang bisa memimpin klasemen. Ia menyebutnya "tidak nyata" mengingat kesulitan cedera yang dialaminya musim ini. Kini, ia dan Ducati akan berusaha mempertahankan momentum di sisa musim.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!