Memulai rangkaian akhir pekan MotoGP di Indonesia dengan catatan waktu yang menjanjikan, Fabio Di Giannantonio sukses mengamankan posisi ketujuh di sesi latihan bebas pertama dan merangsek ke peringkat keenam pada sesi latihan resmi. Pembalap andalan skuad Pertamina Enduro VR46 Racing Team ini hanya terpaut empat milidetik saja dari catatan waktu yang dibukukan oleh bintang utama Ducati, Marc Marquez. Mengomentari awal yang positif di sirkuit jalan raya Lombok ini, pembalap asal Italia tersebut langsung melontarkan rasa optimismenya bahwa mereka kini berada di jalur yang tepat.
“Kami berada di buon orario, maksud saya di jalur yang bagus!” ujar Di Giannantonio yang menikmati karakter lintasan Mandalika International Street Circuit. Ia mengakui bahwa dirinya langsung merasakan koneksi instan dengan motor sejak meter pertama menginjakkan ban di trek tersebut. Suasana hati yang positif ini tentu menjadi angin segar setelah serangkaian balapan yang cukup menantang pada paruh kedua musim kompetisi balap motor grand prix tahun ini.

Menghadapi seri krusial di pulau Lombok ini, sang pembalap bersama krunya telah menghabiskan banyak waktu untuk melakukan evaluasi mendalam serta mencari akar permasalahan dari tren performa sebelumnya. Mereka membedah ulang data dari balapan-balapan terdahulu, terutama akhir pekan yang berat di Motegi. Pada Grand Prix Jepang sebelumnya, ia sempat mengamankan posisi start keenam namun harus puas P18 di garis finis akibat berbagai kendala teknis dan dinamika lomba yang pelik.

“Kami ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin dan telah mempelajari balapan-balapan terakhir, terutama yang di Motegi,” jelas pembalap yang musim depan bakal memperkuat barisan pabrikan asal Austria bersama skuad Red Bull KTM Factory Racing. Penyelarasan set-up dan pemahaman data telemetri tersebut terbukti langsung mendatangkan hasil instan ketika sesi latihan penentuan q2 digelar di Mandalika meski sempat diwarnai gangguan beberapa kibaran bendera kuning di lintasan.
Kendati berhasil unjuk gigi dan bersaing ketat setara dengan pembalap pabrikan Ducati, Di Giannantonio dengan tegas menepis ambisi kosong untuk sekadar memburu predikat sebagai rider Ducati tercepat di trek. Bagi mantan runner-up kejuaraan dunia Moto3 tersebut, prioritas utamanya saat ini jauh lebih mendasar demi mengembalikan performa terbaik secara konsisten. Ia ingin menemukan kembali rasa percaya diri dan sensasi berkendara yang sempat ia rasakan sebelum jeda musim panas, di mana ia sempat berada dalam jarak dekat dengan jajaran teratas klasemen sementara.
“Itu bukan tujuan saya! Saya lebih suka mendapatkan kembali perasaan yang saya miliki beberapa balapan lalu. Apa pun yang datang setelahnya adalah hasil dari pekerjaan kami,” tegas Di Giannantonio mengenai target realistisnya akhir pekan ini. Ia percaya bahwa hasil positif di atas kertas akan datang dengan sendirinya jika proses kerja di garasi berjalan mulus. “Hasilnya akan datang dengan sendirinya. Kami melakukan pekerjaan dengan baik. Itulah yang harus kami fokuskan.”



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!