Advertisement Sportrik
15s

Di Grassi Kritik Kualifikasi F1, Bandingkan Formula E

Notifikasi
Di Grassi Kritik Kualifikasi F1, Bandingkan Formula E
© XPBimages

Lucas di Grassi memberikan kritik tajam terhadap kondisi kualifikasi Formula 1 musim 2026, dengan menyoroti bahwa pembalap tidak lagi dapat menjalani satu putaran penuh secara maksimal. Juara Formula E tersebut membandingkan situasi ini dengan Formula E, yang menurutnya masih mempertahankan konsep flat out dalam sesi kualifikasi.

Permasalahan ini muncul בעקבות implementasi regulasi power unit terbaru di Formula 1, yang menempatkan manajemen energi sebagai faktor dominan bahkan dalam sesi penentuan posisi старт. Dalam tiga seri awal musim di Australia, China, dan Jepang, pembalap harus mengadopsi teknik lift and coast untuk menjaga ketersediaan energi sepanjang lap.

Berbeda dengan F1, Formula E tidak menghadapi batasan serupa dalam kualifikasi. Di Grassi menegaskan bahwa pembalap dapat memaksimalkan performa mobil tanpa perlu mempertimbangkan penghematan energi, menjadikan sesi tersebut benar-benar mencerminkan potensi lap tercepat. Hal ini menjadi pembeda mendasar dalam filosofi kompetisi antara kedua kejuaraan.

Di Grassi Hits F1 Qualifying, Compares Formula E
Read AlsoDi Grassi Hits F1 Qualifying, Compares Formula E

Pengembangan mobil Gen4 Formula E yang baru juga memperkuat posisi tersebut. Diluncurkan di Circuit Paul Ricard, mobil ini diproyeksikan mampu memangkas selisih waktu dengan F1 secara signifikan, dari sekitar 15 detik menjadi kurang dari lima detik per lap. Peningkatan ini berasal dari efisiensi aerodinamika, output tenaga, serta optimasi sistem regenerasi energi.

ADVERTISEMENT

Di sisi lain, FIA telah mengambil langkah untuk merespons kritik terhadap kualifikasi F1 dengan melakukan penyesuaian regulasi menjelang Grand Prix Miami. Perubahan tersebut difokuskan pada pengurangan kebutuhan manajemen energi, sehingga pembalap diharapkan dapat kembali mendorong mobil secara maksimal sepanjang lap kualifikasi.

Secara teknis, pengurangan batas pengisian ulang energi dan revisi kurva distribusi baterai menjadi kunci dalam upaya mengembalikan karakteristik kualifikasi yang lebih kompetitif. Jika implementasi ini berjalan efektif, maka perbedaan pendekatan antara F1 dan Formula E dalam sesi kualifikasi dapat kembali menyempit.

Pernyataan di Grassi mencerminkan tekanan terhadap F1 untuk menjaga identitasnya sebagai puncak motorsport, khususnya dalam menghadirkan performa maksimal di setiap sesi. Fokus berikutnya akan tertuju pada Miami, di mana efektivitas perubahan regulasi akan diuji dalam kondisi lintasan nyata.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU