Anthony Davidson, mantan pembalap Formula 1 yang kini menjadi pundit Sky Sports F1, melontarkan kritik tajam terhadap Lewis Hamilton terkait insiden yang terjadi pada sesi latihan bebas ketiga (FP3) Grand Prix Spanyol di Madrid. Menurut Davidson, tindakan Hamilton yang tetap melanjutkan berkendara dengan mobil rusak parah telah memberikan contoh buruk bagi para pembalap muda.
Insiden bermula ketika Hamilton, yang tengah menunjukkan pace kompetitif, mengalami kecelakaan di tikungan terakhir Sirkuit Madrid. Pembalap Ferrari itu sempat terlihat akan mencatatkan waktu tercepat, namun ia kehilangan kendali dan menghantam pembatas. Setelah berhasil keluar dari barriers dengan cara mundur, Hamilton kemudian berusaha membawa SF-26-nya kembali ke pit meski sayap depan telah rusak dan tersangkut di bawah sasis.
Yang menjadi sorotan adalah keputusan Hamilton untuk terus melaju meskipun tim Ferrari telah berulang kali menginstruksikannya agar berhenti di tempat yang aman. Ia bahkan mengabaikan permintaan resmi dari race director FIA, Rui Marques, yang meminta ia menghentikan mobilnya. Insiden ini menyebabkan sesi FP3 dihentikan sementara dan menuai kritik dari berbagai pihak.

Davidson, yang juga dikenal sebagai analis teknis, tidak menyembunyikan kekecewaannya. "Setiap pembalap muda yang menonton ini, jangan pernah lakukan itu. Jangan pernah," ujarnya di udara. "Itu mungkin yang Anda coba lakukan [kembali ke pit], tetapi aturan itu ada untuk alasan. Jika sayap depan terlepas dan mengangkat roda depan, dan ada marshal di lintasan, Anda harus memikirkan semua skenario itu."
Insiden ini memicu pertanyaan tentang kepatuhan pembalap terhadap prosedur keselamatan. Regulasi olahraga F1 2026 menyatakan bahwa mengemudi dengan kerusakan signifikan atau gagal menghentikan mobil yang rusak parah selama sesi latihan bebas dapat berujung pada teguran atau penalti grid. Hingga berita ini diturunkan, FIA belum memberikan pernyataan resmi apakah Hamilton akan diselidiki.
Setelah penundaan akibat insiden tersebut, sesi FP3 akhirnya dilanjutkan dan menjadi milik pemimpin klasemen sementara, Andrea Kimi Antonelli, yang tampil impresif dengan Mercedes-nya. Sementara Hamilton harus puas menyaksikan dari garasi, insiden ini bisa menjadi pukulan telak bagi upayanya mengejar performa di sisa akhir pekan.
Kritik Davidson menyoroti pentingnya teladan bagi generasi muda, terutama dari pembalap sekaliber juara dunia tujuh kali. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa keselamatan di lintasan tidak bisa ditawar, bahkan oleh pembalap paling berpengalaman sekalipun.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!