Formula E, Sportrik Media - Antonio Felix da Costa mengungkapkan bahwa Felipe Drugovich langsung menyampaikan permintaan maaf setelah insiden tabrakan yang mengakhiri peluang podium keduanya pada balapan basah Formula E Miami E-Prix.
Kedua pembalap masih berada dalam perebutan podium hingga akhir lap ke-26 ketika Drugovich melakukan pengereman terlalu dalam dan menghantam bagian belakang mobil da Costa. Insiden tersebut terjadi di tengah kondisi lintasan yang licin akibat hujan, meningkatkan kompleksitas pengendalian mobil pada fase krusial balapan.
Tabrakan tersebut membuat da Costa berputar, meskipun ia masih mampu melanjutkan balapan dengan kerusakan pada mobilnya. Sementara itu, Drugovich mengalami kerusakan sayap depan dan harus masuk pit untuk penggantian, yang secara langsung mengakhiri peluangnya meraih hasil besar di Miami.
Steward balapan menetapkan Drugovich sepenuhnya bersalah atas insiden tersebut. Pembalap Andretti itu dijatuhi penalti waktu 10 detik serta satu poin penalti pada lisensinya, sehingga total koleksi poin penalti Drugovich kini menjadi empat.
Bagi da Costa, insiden ini menambah daftar awal musim yang sulit bersama Jaguar. Meski demikian, juara dunia Formula E tersebut masih mampu menyelamatkan poin dengan finis di posisi kedelapan, sebuah hasil yang setidaknya membatasi kerugian dalam perburuan klasemen kejuaraan.
Da Costa mengonfirmasi bahwa Drugovich langsung meminta maaf setelah balapan, menyusul insiden yang terjadi di tengah pertarungan ketat antarkeduanya.
“Saya sebenarnya melihat dia datang,” ujar Antonio Felix da Costa.
“Semuanya terjadi sangat cepat; dia sudah sangat dekat di sana.”
Ia menjelaskan bahwa ruang untuk menghindari tabrakan nyaris tidak ada, mengingat jarak yang sangat rapat saat memasuki tikungan.
“Tidak mungkin, baik untuk dia maupun untuk saya, menghindarinya. Satu-satunya cara adalah jika dia mengerem sedikit lebih awal,” lanjutnya.
“Kami balapan sangat keras dan sangat dekat, dan ini bagian dari balapan. Dia langsung meminta maaf, jadi kami menutup bab ini dan melangkah ke berikutnya.”
Dari sisi Drugovich, insiden tersebut menjadi akhir pahit dari akhir pekan terkuatnya sejauh ini di Formula E. Rookie asal Brasil itu sebelumnya mengamankan posisi start kedua dalam sesi kualifikasi yang berlangsung kering, sebelum hujan turun saat balapan.
Juara Formula 2 2022 tersebut tampak memiliki peluang realistis untuk meraih podium pertamanya di ajang balap mobil listrik, sebelum tertangkap oleh titik pengereman da Costa di Tikungan 13.
Menjelaskan insiden tersebut, Drugovich menyatakan bahwa ia mengerem di titik yang sama seperti lap-lap sebelumnya, tetapi situasi berubah terlalu cepat untuk dihindari.
“Sejujurnya, tidak banyak yang terjadi. Saya mengerem terlalu dalam terhadap Antonio,” kata Felipe Drugovich.
“Itu sebenarnya titik pengereman normal saya sepanjang balapan.”
Ia menambahkan bahwa upaya terakhir untuk menghindari tabrakan tidak membuahkan hasil.
“Saya melihat jarak semakin menutup dan mengira dia akan masuk ke sisi dalam karena dia mengerem lebih awal. Saya mencoba masuk sedikit ke dalam lalu keluar, tetapi dia tetap di luar. Di saat terakhir, saya mengunci roda dan mencoba menghindarinya,” jelasnya.
“Ini bukan kesalahan besar, tetapi konsekuensinya sangat besar.”
Insiden ini menjadi momen penting dalam dinamika kejuaraan, baik bagi da Costa yang masih mencari konsistensi bersama Jaguar, maupun bagi Drugovich yang menunjukkan potensi kuat meski harus belajar dari kesalahan krusial di kondisi sulit. Dampaknya diperkirakan akan memengaruhi pendekatan keduanya pada seri Formula E berikutnya.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!